Maulid Nabi Muhammad di Luwu, Warga Perkuat Syiar dan Tradisi Lokal
- 30 Agt 2026 11:32 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu, berlangsung meriah dengan nuansa religius yang kental. Kegiatan yang digelar pada 29 Agustus 2026 tersebut menjadi bentuk kecintaan masyarakat kepada Rasulullah SAW sekaligus menghadirkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu sebagai pembawa hikmah Maulid.
Rangkaian Maulid Nabi Muhammad tidak hanya diisi tausiyah keagamaan, tetapi juga melibatkan masyarakat melalui sejumlah kegiatan. Lomba Zikir dan Shalawat antar Permata serta Lomba Bungamale antar desa se-Kecamatan Walenrang Utara menjadi bagian yang membuat perayaan semakin semarak.
Lomba zikir dan shalawat menjadi salah satu cara untuk mendekatkan generasi muda dengan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW. Sementara lomba Bungamale menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan sekaligus mempertahankan tradisi lokal yang memiliki kaitan erat dengan nilai budaya dan keagamaan.
Dalam hikmah Maulid Nabi Muhammad, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu mengajak jamaah tidak menjadikan peringatan kelahiran Rasulullah SAW sebatas agenda tahunan. Nilai Maulid, menurutnya, perlu diterjemahkan melalui keteladanan akhlak, perjuangan, kesabaran dan kasih sayang Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membina generasi muda.
Kepala KUA Walenrang Utara, H. Akwal, S.Ag., MH., mengatakan perayaan Maulid di wilayah tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antarwarga. “Peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, yang paling penting adalah bagaimana kecintaan kita kepada Rasulullah SAW diwujudkan dalam kehidupan nyata melalui keteladanan akhlak, memperkuat persaudaraan dan meningkatkan kepedulian sosial,” ujar H. Akwal.
Menurut H. Akwal, keterlibatan Permata dan masyarakat dari sejumlah desa dalam rangkaian kegiatan menjadi langkah positif untuk membangun generasi yang religius. Pada saat yang sama, kegiatan tersebut juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menjaga tradisi dan budaya lokal agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.
“Melalui lomba zikir, shalawat dan Bungamale, kita ingin menghadirkan suasana Maulid yang semarak, edukatif dan membangun kebersamaan,” kata H. Akwal. Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar KUA bersama masyarakat untuk terus menghidupkan syiar Islam di Kecamatan Walenrang Utara.
Antusiasme masyarakat terlihat dari keikutsertaan peserta yang berasal dari berbagai desa. Mereka tampil dengan semangat menunjukkan kemampuan terbaik dalam lomba zikir dan shalawat sekaligus menyajikan kreativitas dalam lomba Bungamale.
Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Walenrang Utara diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan. “Yang paling penting adalah bagaimana kecintaan kita kepada Rasulullah SAW diwujudkan dalam kehidupan nyata,” ujar H. Akwal, seraya berharap kegiatan tersebut dapat memperkokoh ukhuwah Islamiyah dan kepedulian sosial masyarakat.
Selain memperkuat nilai keagamaan, rangkaian kegiatan Maulid juga menjadi ruang pertemuan masyarakat dari berbagai desa. Perpaduan antara zikir, shalawat dan Bungamale membuat peringatan Maulid Nabi Muhammad tahun ini tidak hanya menghadirkan suasana religius, tetapi juga memberi ruang bagi masyarakat untuk merawat budaya lokal.
Di akhir kegiatan, sekretaris panitia mengumumkan para pemenang lomba. Untuk lomba zikir dan shalawat, Juara I diraih Permata Desa Santandung, Juara II Permata Desa Bolong dan Juara III Permata Kelurahan Bosso.
Sementara pada lomba Bungamale, Juara I diraih Kelurahan Bosso, Juara II Desa Santandung dan Juara III Desa Bolong. Hasil tersebut menjadi penutup rangkaian Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Walenrang Utara yang berlangsung dengan semangat keagamaan, kebersamaan dan pelestarian tradisi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....