RRI Makassar Gelar Pengajian Rutin dan Pelepasan Pegawai Purna Bakti
- 26 Agt 2026 13:31 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, MAKASSAR — Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Makassar kembali menyelenggarakan kegiatan pengajian rutin bagi seluruh karyawan dan karyawati. Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan mewarnai jalannya acara yang bertempat di Studio Andi Ngongki, Kantor RRI Makassar, pada Rabu 26 Agustus 2026.
Kegiatan spiritual ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan rohani berkala, tetapi juga dirangkaikan dengan momen perpisahan yang mengharukan. Pengajian rutin kali ini sekaligus dirangkaikan dengan acara pelepasan salah satu pegawai RRI Makassar, Bapak Hamzah, yang resmi memasuki masa purna bakti.
Dalam sambutannya, Kepala LPP RRI Makassar, Anom Andadari, S.E., menyampaikan arahan mendalam mengenai pentingnya meneladani sikap dan perilaku Nabi Muhammad SAW. Beliau menekankan bahwa nilai-nilai kebaikan tersebut harus diintegrasikan secara nyata dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di lingkungan kerja.

"Sebagai angkasawan dan angkasawati RRI, sangat penting bagi kita semua untuk mengambil contoh konkret dari akhlak Rasulullah SAW dalam melaksanakan tugas pekerjaan sehari-hari di RRI Makassar," ujar Anom Andadari, S.E.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah oleh Ustadz H. Nasrun Ruddin, S.Pd., yang mengangkat tema pentingnya menjadikan profesi penyiaran sebagai sarana menabung pahala. Dalam ceramahnya, beliau mengibaratkan bahwa peran seorang penyiar radio memiliki kemiripan nilai dengan tugas seorang mubalig di tengah masyarakat.
"Pekerjaan seorang penyiar itu pada hakikatnya serupa dengan mubalig. Jika mubalig menyampaikan apa yang diketahui berdasarkan dalil Al-Qur'an dan Hadis, maka penyiar menyampaikan suatu kebenaran kepada publik berdasarkan fakta empiris dan sumber informasi yang jelas," ungkap Ustadz H. Nasrun Ruddin.
Lebih lanjut, Ustadz H. Nasrun menegaskan bahwa hal terpenting dalam berkarir adalah meluruskan niat agar setiap aktivitas pekerjaan bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Beliau mengingatkan bahwa kualitas dan nilai dari setiap perbuatan manusia sangat bergantung pada niat awal yang ditanamkan dalam hati.
"Segala sesuatu amalan itu sangat bergantung pada niatnya. Hal ini sama persis dengan peristiwa ketika Rasulullah SAW hendak hijrah, di mana para sahabat memiliki niat yang berbeda-beda; ada yang berniat hijrah karena ingin mencari pasangan atau perempuan, ada yang berniat untuk berdagang, dan ada pula yang betul-betul hijrah murni karena Allah dan Rasul-Nya," tambah Ustadz H. Nasrun.
Memasuki penghujung acara, suasana haru menyelimuti Studio Andi Ngongki saat memasuki prosesi pelepasan Bapak Hamzah. Seluruh insan RRI Makassar memberikan penghormatan dan apresiasi mendalam atas dedikasi serta pengabdian panjang yang telah diberikan beliau selama bertugas di LPP RRI Makassar. Sebagai bentuk kenang-kenangan dan tali asih, acara ditutup dengan penyerahan cenderamata dari perwakilan setiap bidang kerja di lingkungan RRI Makassar kepada Bapak Hamzah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....