Bukan Sekadar Taman, Ada Pesan Besar di Balik Taman KBC MAN 3 Makassar

  • 25 Agt 2026 20:51 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama RI, Helmi Nasaruddin Umar, meresmikan Taman Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di MAN 3 Makassar, Senin 24 Agustus 2026. Kehadiran Taman KBC tidak hanya diarahkan untuk mempercantik lingkungan madrasah, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan pendidikan yang menempatkan karakter, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap lingkungan sebagai bagian penting dalam proses belajar.

Helmi Nasaruddin Umar berharap Taman KBC tidak berhenti sebagai ruang terbuka hijau yang menjadi penghias lingkungan sekolah. Menurutnya, taman tersebut perlu dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran yang mampu menghadirkan pengalaman berbeda bagi peserta didik sekaligus menjadi tempat menanamkan nilai-nilai karakter.

“Jangan sampai taman ini hanya menjadi tempat untuk memperindah madrasah, tetapi harus menjadi ruang pembelajaran dan pembentukan karakter bagi anak-anak,” kata Helmi Nasaruddin Umar.

Pemanfaatan ruang terbuka sebagai bagian dari proses pendidikan dinilai dapat membuat pembelajaran lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Melalui Taman KBC, nilai cinta terhadap sesama, lingkungan, dan kehidupan sosial diharapkan tidak hanya disampaikan melalui materi di ruang kelas, tetapi juga dipraktikkan dalam keseharian.

Sementara itu, Kepala MAN 3 Kota Makassar, Zulfikah Nur, mengatakan kehadiran Taman KBC menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang mengedepankan kasih sayang, kenyamanan, dan kebahagiaan peserta didik. Menurutnya, keberadaan taman tersebut sekaligus menjadi bentuk piloting mandiri dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah.

“Taman ini menjadi bagian dari ikhtiar kami untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang penuh kasih sayang, nyaman, dan membuat peserta didik merasa bahagia,” ujar Zulfikah Nur.

Zulfikah menilai pendekatan pendidikan berbasis kasih sayang merupakan langkah sederhana, tetapi memiliki dampak besar terhadap perkembangan peserta didik. Ia mengatakan Taman KBC diharapkan dapat menjadi salah satu ruang yang mendukung terciptanya suasana belajar yang lebih humanis di MAN 3 Makassar.

“Pendidikan berbasis kasih sayang memang terlihat sederhana, tetapi dampaknya besar bagi perkembangan anak,” kata Zulfikah.

Melalui Taman KBC, madrasah ingin memastikan pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membentuk anak yang tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan bahagia. “Kami ingin anak-anak mendapatkan pendidikan yang bukan hanya mengejar prestasi, tetapi juga membuat mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan bahagia,” tutur Zulfikah.

Peresmian Taman KBC di MAN 3 Makassar sekaligus memperlihatkan bahwa penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dapat diterjemahkan melalui lingkungan belajar yang nyata. Bagi madrasah, taman tersebut bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan ruang yang diharapkan mampu mempertemukan pembelajaran, karakter, kepedulian, dan interaksi positif peserta didik dalam satu lingkungan.

“Kami berharap Taman KBC ini bisa menjadi ruang yang terus hidup dan dimanfaatkan untuk mendukung proses pendidikan anak-anak di madrasah,” pungkas Zulfikah Nur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....