Kesbangpol Makassar Perkuat Langkah Cegah Potensi Konflik Warga
- 25 Agt 2026 18:16 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) terus mengintensifkan langkah pencegahan potensi konflik guna mengokohkan moderasi beragama yang harmonis dan berkelanjutan di tengah masyarakat. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa isu-isu sensitif tidak merusak tatanan sosial warga yang sangat heterogen.
Di era kemajuan teknologi saat ini, ancaman terhadap kerukunan beragama kerap kali dipicu oleh maraknya penyebaran berita bohong atau hoaks di media sosial. Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, Agama, dan Ormas Badan Kesbangpol Kota Makassar, Chaidir, dalam Program Moderasi Beragama Pro 1 RRI Makassar menyadari bahwa narasi provokatif yang menyinggung agama sangat rentan memecah belah warga.
"Itu yang biasa disebut namanya provokator, makanya kami setiap waktu berkala sebulan sekali menggelar dialog lintas tokoh agama untuk mengantisipasi hal itu. Apabila Kesbangpol melihat masalah secara teknis, kita langsung berkoordinasi dengan Kominfo dan Komindigi untuk memblokir situs yang membuat masyarakat resah," jelas Chaidir. Selasa, 25 Agustus 2026.
Untuk menangani informasi menyesatkan yang beredar cepat di ruang digital, Kesbangpol Makassar mengandalkan skema penanganan cepat bersama instansi teknis terkait. Koordinasi lintas lembaga dilakukan agar situs atau konten yang meresahkan dapat segera ditindak secara hukum.
Selain pengawasan di media sosial, Kesbangpol Makassar juga menekankan pentingnya peran aktif dari masyarakat bawah dalam mendeteksi ancaman di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Pelaporan dini dari warga menjadi kunci utama bagi pemerintah untuk mengambil langkah penanganan sebelum gesekan sosial membesar
Tidak hanya fokus pada isu keagamaan, Kesbangpol Makassar turut menyoroti pemicu konflik lain seperti tekanan ekonomi dan peredaran narkoba yang menyasar generasi muda. Kebutuhan hidup yang tinggi kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk memprovokasi warga.
Guna meredam potensi konflik akibat tekanan ekonomi warga, Pemkot Makassar mengintegrasikan program pencegahan sosial melalui penyediaan kebutuhan pokok bertarif terjangkau. Langkah ini terbukti efektif menjaga stabilitas keamanan internal kota dari ancaman unjuk rasa atau gesekan antarkelompok.
Chaidir mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat ikatan persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak luar. Sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan tokoh agama diharapkan terus terjalin secara solid.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....