MTQ KORPRI VIII Dorong Pemberdayaan UMKM Lokal

  • 23 Agt 2026 14:17 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) VIII yang dipusatkan di Kota Makassar dan Kabupaten Pangkejene Kepulauan, yang akan dimulai 24-30 Agustus, akan melibatkan para pelaku UMKM lokal dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pemerintah Provinsi Sulsel menginginkan, kegiatan ini bukan hanya keagamaan saja tapi juga ada dampak ekonomi yang bisa dirasakan.

Hal ini diungkapkan, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sulsel, yang juga Koordinator Acara, Andi Munawir, Minggu 23 Agustus 2026. Ia mengatakan, sejumlah UMKM binaan Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar telah disiapkan. Produk yang ditampilkan antara lain makanan dan berbagai olahan lokal. “Kami melibatkan beberapa UMKM untuk memperkenalkan produk makanan dan produk olahan mereka,” kata Andi Munawir.

Kehadiran UMKM diharapkan dapat memperkenalkan produk lokal kepada kafilah yang datang dari berbagai provinsi. Produk tersebut juga akan diperkenalkan kepada tamu dari kementerian yang menghadiri kegiatan nasional itu. Pemerintah menilai kesempatan tersebut dapat membuka pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha.

Andi Munawir mengatakan, UMKM yang dilibatkan telah melalui proses kurasi. Kuliner lokal akan ditempatkan pada titik kegiatan yang strategis sehingga dapat dinikmati para peserta dan tamu. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat ekonomi dari penyelenggaraan MTQ.

Menurutnya, pesan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman adalah agar event nasional memberikan dampak positif bagi masyarakat. MTQ tidak hanya menjadi ruang syiar keagamaan, tetapi juga menjadi momentum pemberdayaan ekonomi. “Bukan hanya syiar keagamaan, tapi syiar untuk pemberdayaan ekonomi juga,” ujarnya.

Selain produk UMKM, Sulsel juga akan menampilkan budaya lokal sebagai bagian dari penyambutan peserta. Nilai budaya seperti keramahan dan penghormatan terhadap tamu akan menjadi bagian dari citra Sulsel sebagai tuan rumah. Pemerintah berharap budaya tersebut dapat dikenalkan kepada peserta dari seluruh Indonesia.

Dengan jumlah peserta yang mencapai lebih dari seribu orang, perputaran ekonomi diperkirakan menyentuh berbagai sektor. Hotel, kuliner, transportasi, dan usaha masyarakat berpeluang mendapatkan manfaat dari kedatangan peserta dan tamu. Pemerintah Sulsel berharap momentum tersebut dapat memberi ruang lebih besar bagi UMKM untuk berkembang. (*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....