Belasan Anak Down Syndrome Ciptakan Batik Motif Tanpa Batas

  • 19 Agt 2026 06:51 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar - Komunitas Orangtua dan Anak Down Syndrome (KOADS) Sulawesi Selatan menggelar festival seni dan pemberdayaan, mengangkat Tema "Motif Tanpa Batas" di kawasan cagar budaya Benteng Rotterdam, Ujung Pandang. Festival seni dan pemberdayaan tersebut berlangsung, 18 - 20 Agustus 2026, melibatkan 15 orang anak dengan Down Syndrom, didampingi langsung oleh orang tua mereka untuk menciptakan karya batik sebagai bentuk perayaan kemerdekaan dan advokasi inklusivitas.

Ditemui di sela-sela pentas Seni dan Budaya, Ibu Rahmatullah, selaku Ketua KOADS Sulawesi Selatan, mengungkapkan esensi mendalam dari Festival Seni dan Budaya yang digelar. Baginya, perayaan kemerdekaan Ke-81 adalah momentum yang tepat untuk merefleksikan makna kebebasan yang sesungguhnya bagi setiap anak bangsa, tanpa terkecuali mereka yang berkebutuhan khusus.

"Kegiatan ini bukan sekadar kegiatan membatik atau mengisi waktu luang di hari libur nasional. Bagi kami di KOADS Sulawesi Selatan, membatik merupakan salah satu bentuk pemberdayaan dan ruang berekspresi bagi anak-anak dengan Down Syndrome," ujar Ibu Rahmatullah.

Melalui pentas seni dan budaya lanjut Ibu Rahmatullah, anak-anak berkebutuhan khusus tersebut diberikan kesempatan emas untuk belajar, berkreasi, melatih motorik halus mereka, serta secara signifikan meningkatkan rasa percaya diri. Anak-anak diberikan kesempatan untuk belajar, berkreasi, melatih motorik, meningkatkan rasa percaya diri, serta menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan dan potensi yang dapat terus dikembangkan.

Lebih jauh, Ibu Rahmatullah mengatakan sangat penting pergeseran paradigma di tengah masyarakat yang melekat pada penyandang disabilitas yang sering kali menempatkan mereka hanya sebagai objek yang perlu dikasihani atau penerima manfaat semata. "Kami ingin mengubah cara pandang bahwa anak dengan Down Syndrome hanya sebagai penerima manfaat. Mereka juga dapat menjadi pelaku, pencipta, dan bagian penting dari masyarakat," tegasnya.

Dalam proses penciptaan karya, ke-15 anak ini kata Ibu Rahmatullah, mengeksplorasi imajinasi mereka tanpa batas. Mereka tidak dibatasi oleh instruksi yang kaku, melainkan dibebaskan untuk berekspresi. "Melalui teknik batik ciprat dan cap, setiap anak dapat menghasilkan karya dengan caranya masing-masing. Tidak ada karya yang harus sama, karena setiap anak memiliki keunikan. Dari sinilah lahir semangat 'Motif Tanpa Batas, bahwa kreativitas, kesempatan, dan potensi anak-anak kita tidak boleh dibatasi oleh perbedaan," papar Ibu Rahmatullah.

Lebih lanjut Ibu Rahmatullah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. "Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak sangat berarti dalam mewujudkan lingkungan yang semakin inklusif bagi anak-anak dengan Down Syndrome." Sebutnya.

"Semoga kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat menjadi langkah awal untuk menghadirkan lebih banyak ruang bagi anak-anak dengan Down Syndrome untuk berkarya, mandiri, produktif, dan diterima secara setara di tengah masyarakat. Mari bersama-sama membangun kota yang tidak hanya ramah terhadap keberagaman, tetapi juga memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk tumbuh, berkarya, dan menunjukkan potensinya." Tambahnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....