Peringatan Tsunami Berakhir, Bupati dan Kapolres Selayar Imbau Warga Tetap Tenang

  • 15 Agt 2026 18:19 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Kepulauan Selayar - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengakhiri peringatan dini tsunami setelah gempa bumi Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu 15 Agustus 2026 pagi. Pemutakhiran informasi tersebut disampaikan BMKG pada pukul 07.31.30 WIB. Gempa utama tercatat terjadi pada pukul 04.58.24 WIB dengan pusat gempa sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo. Gempa tersebut berpusat pada kedalaman 15 kilometer.

Sebelum peringatan berakhir, Kabupaten Kepulauan Selayar menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam pemodelan peringatan dini tsunami dengan status Siaga. Kondisi tersebut mendorong sebagian masyarakat, terutama warga di wilayah kepulauan, mengambil langkah antisipasi.

Sejumlah warga memilih meninggalkan rumah dan bergerak menuju lokasi yang lebih tinggi. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya dampak tsunami.

Setelah status peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir, Bupati Kepulauan Selayar H. Muh. Natsir Ali meminta masyarakat tidak panik. Meski demikian, warga tetap diminta meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan perkembangan informasi dari sumber resmi.

“Kita mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tetapi jangan lengah,” kata H. Muh. Natsir Ali.

Ia juga meminta warga mengikuti arahan pemerintah dan BMKG jika terjadi perubahan situasi. Bupati secara khusus mengingatkan masyarakat di wilayah kepulauan, termasuk Pasilambena dan Pasimarannu.

Warga diminta memperhatikan kondisi lingkungan dan mengetahui lokasi yang dinilai aman jika sewaktu-waktu diperlukan. “Khusus masyarakat di wilayah kepulauan seperti Pasilambena dan Pasimarannu, agar tetap memperhatikan kondisi sekitar,” ujarnya.

Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama dalam menghadapi situasi pascagempa. H. Muh. Natsir Ali juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Penyebaran informasi yang tidak terverifikasi dinilai dapat memicu kepanikan di tengah masyarakat. “Utamakan keselamatan. Jangan panik, tetap waspada dan ikuti arahan petugas apabila ada perkembangan situasi,” tegasnya.

Ia mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing. Di sisi lain, Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan telah menginstruksikan jajaran kepolisian melakukan pemantauan di wilayah masing-masing.

Kabag Ops dan para Kapolsek diminta mengecek kondisi masyarakat serta memastikan situasi tetap aman dan terkendali. Personel Bhabinkamtibmas juga diarahkan mendatangi desa binaan untuk memantau perkembangan keadaan.

Langkah tersebut sekaligus dilakukan untuk memberikan imbauan kepada warga agar tetap tenang dan waspada. “Kapolsek dan anggota cek wilayahnya masing-masing,” demikian arahan Kapolres Kepulauan Selayar kepada jajarannya.

Patroli dan pemantauan dilakukan terutama untuk memastikan kondisi masyarakat pascaperingatan dini tsunami. Di sejumlah wilayah kepulauan, sebagian warga Desa Lembang dan Desa Kalaotoa sebelumnya telah menuju tempat yang lebih tinggi.

Sementara itu, kondisi di daratan Pulau Selayar dilaporkan lebih kondusif dan aktivitas masyarakat mulai kembali normal. Dengan berakhirnya peringatan dini tsunami, masyarakat Kepulauan Selayar diharapkan tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kepanikan.

Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat masih terdapat kemungkinan gempa susulan maupun perkembangan kondisi lainnya. Masyarakat diminta terus memantau informasi dari BMKG, pemerintah daerah, dan petugas di lapangan.

BMKG memastikan peringatan dini tsunami akibat gempa Magnitudo 7,7 tersebut telah berakhir secara resmi pada pukul 07.31.30 WIB.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....