Khutbah Jumat di Masjid RRI Makassar Bahas Konsep Hidup Ideal

  • 14 Agt 2026 14:44 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, MAKASSAR — Masjid Al-Mu'awanah RRI Makassar menggelar ibadah Shalat Jumat berjamaah pada Jumat (14/8/2026) dengan mengangkat tema "Konsep Hidup Ideal Perspektif Al Qur'an". Pelaksanaan ibadah ini dipancarluaskan secara langsung kepada khalayak luas melalui stasiun Radio Republik Indonesia (RRI) Makassar, yakni Pro 1 dan Pro 4 melalui frekuensi FM 92,5 MHz dan FM 94,4 MHz.

Pada kesempatan tersebut, bertindak sebagai khatib adalah Ust. Dr. H. Muhammad Rusli DT, S.HI., MH., sementara shalat Jumat dipimpin oleh imam Ust. Akbar Bintan. Dalam uraian khutbahnya, Ustaz Dr. Muhammad Rusli menjelaskan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberikan pedoman dan dua konsep utama dalam menjalani kehidupan di dunia agar manusia mencapai muara kehidupan yang hakiki.

Menurutnya, barangsiapa yang menjadikan Allah SWT dan ajaran Rasulullah SAW sebagai pusat orientasi serta kurikulum hidupnya, maka ia berada di jalan yang lurus dan akan dianugerahi nikmat yang sangat dahsyat di akhirat kelak. Khatib menegaskan bahwa balasan bagi orang-orang yang istiqamah di jalan Allah tidak hanya sebatas dimasukkannya mereka ke dalam surga, melainkan diberikan nikmat terbesar yang melampaui surga itu sendiri.

Mengutip keagungan firman Allah SWT, beliau menyampaikan keutamaan yang dijanjikan bagi hamba yang senantiasa menjaga dan meningkatkan ketaatannya. "Siapa-siapa yang menjadikan konsep hidupnya hanya kepada Allah dan rasul-Nya, menjadikan kurikulum hidupnya kepada Allah SWT dan ajaran Rasulullah SAW, serta senantiasa istiqamah di jalan Allah SWT, saya akan berikan nikmat yang begitu besar. Nikmat terbesarnya bukan hanya dimasukkan ke dalam surga, tetapi mereka juga dikumpulkan dengan para rasul dan nabi-nabi Allah," ungkap Ustaz Dr. H. Muhammad Rusli DT dalam khutbahnya.

Dr. Muhamad Rusli , Khatib Jumat di masjid Al Muawanah RRI Makassar ( Foto : Ruslan RrI,)

Melanjutkan penjelasannya tentang golongan yang dijanjikan nikmat tersebut, Ustaz Rusli menerangkan kelompok kedua yakni orang-orang Shiddiqin. Golongan ini adalah orang-orang yang senantiasa membenarkan ajaran Allah SWT dan meyakini pahala ibadah meski tak kasatmata, seperti ketulusan beribadah Shalat Jumat, menjaga fitrah kemanusiaan, serta keikhlasan menyisihkan sebagian harta untuk berinfak di jalan Allah dengan penuh keyakinan bahwa seluruh amal menyaksikan dan dicatat oleh para malaikat.

Selanjutnya, khatib mengulas golongan ketiga yaitu orang-orang yang Syahid. Dalam konteks kehidupan modern saat ini, makna perjuangan syahid tidak hanya berkutat pada peperangan fisik di zaman Nabi, melainkan keteguhan jiwa dalam menundukkan ego serta godaan kenikmatan duniawi demi memprioritaskan kewajiban ibadah kepada Allah SWT saat panggilan shalat telah tiba.

"Orang yang paling kalah dan paling rugi adalah orang yang saat diberikan kesibukan dunia, pekerjaan yang baik, keluarga yang harmonis, dan uang yang banyak, justru kalah karena itu menjadi penyebab terhalangnya untuk beribadah kepada Allah SWT. Sebaliknya, orang yang 'syahid' adalah mereka yang sementara minum kopi ditutup kopinya dulu untuk beribadah, orang yang bertumpuk pekerjaannya di-silent sejenak teleponnya untuk beribadah, mendahulukan transaksi akhirat dibanding transaksi dunia," tegas Khatib.

Adapun golongan keempat yang dipaparkan adalah orang-orang yang Saleh, yakni pribadi-pribadi yang tidak pernah berhenti mengajak kepada kebaikan serta aktif memfasilitasi perjalanan dakwah agama. Ustaz Rusli mengapresiasi para pengurus masjid, marbot, muazin, pembawa acara (MC), hingga jamaah yang berkontribusi menyokong kegiatan syiar Islam sebagai orang-orang pilihan yang dianugerahi derajat kesalehan di sisi Allah SWT.

Memasuki poin kelima sekaligus penutup uraian khutbahnya, khatib menyitir firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surah An-Nisa ayat 69 mengenai pentingnya membangun lingkungan atau komunitas pertemanan yang saleh (wahasuna ula'ika rafiqa). Pembentukan komunitas yang senantiasa saling mengingatkan dalam kebaikan menjadi benteng utama agar seorang muslim tetap istiqamah menjalani konsep hidup ideal di tengah dinamika dunia.

Khutbah Jumat di Masjid Al-Mu'awanah RRI Makassar ini diakhiri dengan ajakan mendalam agar seluruh jamaah senantiasa memanjatkan rasa syukur atas nikmat iman dan keislaman. Jamaah diimbau untuk konsisten berada dalam barisan orang-orang yang istiqamah serta mempererat persaudaraan dalam komunitas kebajikan guna meraih kesuksesan hidup yang sejati di dunia dan akhirat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....