Greenda (Kerupuk Selada): Perkuat Pasar melalui Inovasi Produk dan Kemasan
- 14 Agt 2026 07:24 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Inovasi produk menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing pelaku UMKM. Pada tahap awal pengembangan, produk tersebut hadir dalam empat varian rasa, yaitu original, balado, keju, dan manis. Namun, setelah melalui berbagai tahapan uji coba.
Isman Muhlis, S.Sos., S.Pd., M.Pd - Founder Greenda (Kerupuk Selada) dalam Obrolan Teras UMKM Pro4 RRI Makassar edisi Rabu, 12 Agustus 2026. Mengatakan pihaknya memutuskan untuk mempertahankan dua varian rasa, yaitu original dan balado, keputusan tersebut diambil karena pihaknya ingin mempertahankan cita rasa khas selada agar tetap menjadi karakter utama produk.
Penambahan bahan atau bumbu tertentu dinilai dapat mengurangi rasa asli dari bahan utama yang digunakan. “Dari dua varian yang tersedia, rasa original menjadi produk yang paling diminati konsumen. Hal itu menunjukkan bahwa masyarakat lebih menyukai cita rasa alami yang tetap mempertahankan karakter selada”, ujar Isman.
Dalam hal pemasaran, Isman mengakui bahwa strategi yang diterapkan hingga saat ini masih berfokus pada metode pemasaran secara langsung atau offline. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengikuti berbagai kegiatan dan pameran yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bulukumba.
“Kegiatan promosi melibatkan penyandang disabilitas yang turut berperan dalam memperkenalkan produk kepada masyarakat. Mereka secara langsung menjelaskan berbagai inovasi yang diterapkan dalam pengolahan kerupuk selada kepada para pengunjung pameran”, jelas Isman.
Selain strategi pemasaran, pengembangan kemasan juga menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk meningkatkan daya tarik produk. Seiring berjalannya waktu, kemasan produk terus mengalami perubahan untuk menyesuaikan kebutuhan pasar.
‘‘Perubahan kemasan dilakukan pada awal 2026. Langkah tersebut diambil untuk menarik minat konsumen sekaligus meningkatkan nilai jual produk. Meski demikian, kualitas produk tetap menjadi aspek utama yang terus dipertahankan”, ucap Isman.
Saat ini, produk kerupuk selada hadir dalam dua jenis kemasan, yaitu kemasan transparan dan kemasan premium. Penggunaan dua jenis kemasan tersebut disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan konsumen di setiap segmen pasar.
Kemasan transparan dipilih untuk konsumen yang ingin melihat secara langsung bentuk dan isi produk sebelum membeli. Sementara itu, kemasan premium ditujukan untuk pasar yang lebih luas dengan tampilan yang lebih menarik.
“Setiap kemasan berisi 70 gram kerupuk selada dan dijual dengan harga Rp10.000,-, dan dipasarkan melalui sistem penitipan di sejumlah lokasi di Kabupaten Bulukumba, salah satunya di Hotel Agri”, kata Isman.
Dari sisi legalitas, Isman menjelaskan bahwa produknya telah mengantongi sertifikat halal dan telah memiliki badan usaha berbentuk perseroan terbatas (PT). Ia mengaku sangat terbantu dengan berbagai program pendampingan yang diberikan kepada pelaku UMKM di Kabupaten Bulukumba.
Selain memperoleh pendampingan dalam pengurusan legalitas, pihaknya juga mendapatkan dukungan dari Dinas Koperasi Kabupaten Bulukumba dalam pengembangan kemasan premium. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu produk kerupuk selada semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Pungkas Isman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....