Semester I 2026, Investasi Makassar Tembus Rp2,7 Triliun
- 13 Agt 2026 21:25 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Realisasi investasi di Kota Makassar menunjukkan tren positif pada semester I 2026. Hingga triwulan II atau periode Januari–Juni 2026, nilai investasi yang berhasil direalisasikan telah mencapai lebih dari Rp2,7 triliun, atau sekitar 77 persen dari target investasi Pemerintah Kota Makassar tahun ini sebesar Rp3,5 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Makassar, Mario Said, mengatakan capaian tersebut menjadi indikator positif terhadap perkembangan iklim investasi di Kota Makassar.
“Berdasarkan data terkini, realisasi investasi Kota Makassar sampai dengan triwulan kedua, dari Januari sampai Juni, berada di angka Rp2,7 triliun lebih,” ujar Mario, Kamis, 13 Agustus 2026.
Meski target investasi Pemkot Makassar tahun ini sebesar Rp3,5 triliun, DPM-PTSP optimistis realisasi investasi hingga akhir tahun dapat melampaui target tersebut, bahkan menyamai atau melebihi capaian tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp5,2 triliun. “Kami berharap realisasi investasi tidak hanya memenuhi target Rp3,5 triliun, tetapi juga bisa melampaui capaian tahun sebelumnya yang mencapai Rp5,2 triliun,” katanya.
Berdasarkan sektor usaha, realisasi investasi hingga triwulan II 2026 masih didominasi sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi dengan nilai sekitar Rp638,78 miliar. Disusul sektor perdagangan dan reparasi sebesar Rp451,90 miliar, sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp351,88 miliar, sektor pertambangan Rp281,70 miliar, serta sektor hotel dan restoran sekitar Rp224,98 miliar.
Menurut Mario, komposisi tersebut menunjukkan investasi di Makassar semakin beragam dan tidak hanya bertumpu pada sektor perdagangan dan jasa, tetapi juga berkembang pada sektor transportasi, logistik, telekomunikasi, properti, hingga pariwisata. Dilihat dari sumber modal, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih menjadi penyumbang terbesar dengan nilai sekitar Rp2,1 triliun, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai sekitar Rp617,9 miliar.
Mario menilai dominasi PMDN mencerminkan kuatnya kontribusi pelaku usaha dalam negeri terhadap pertumbuhan investasi di Kota Makassar. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif untuk menarik investor domestik maupun mancanegara.
Untuk menjaga tren positif tersebut, DPM-PTSP Makassar terus memperkuat sosialisasi dan pendampingan kepada pelaku usaha terkait kewajiban penyampaian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) melalui sistem Online Single Submission (OSS).
Selain sosialisasi, DPM-PTSP juga melakukan pendampingan langsung kepada pelaku usaha, khususnya perusahaan dengan nilai investasi besar, serta pengawasan lapangan melalui kunjungan door-to-door guna memastikan pelaporan investasi berjalan sesuai ketentuan.
“Kami sudah membuka layanan pendampingan dan edukasi, baik secara online maupun langsung di Mal Pelayanan Publik (MPP), sehingga pelaku usaha yang mengalami kendala dapat memperoleh bantuan dalam proses pelaporan,” ujar Mario.
Ia menambahkan, hingga saat ini tingkat kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan LKPM tergolong baik. DPM-PTSP belum menemukan perusahaan yang dengan sengaja mengabaikan kewajiban pelaporan realisasi investasinya. Dengan capaian investasi lebih dari Rp2,7 triliun pada semester pertama, Pemerintah Kota Makassar optimistis aktivitas investasi akan terus meningkat pada paruh kedua 2026.
Masuknya investasi baru, ekspansi usaha yang telah berjalan, serta meningkatnya kepatuhan pelaku usaha dalam pelaporan LKPM diharapkan menjadi faktor utama yang mendorong realisasi investasi hingga akhir tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....