Dari Pura Giri Natha, Umat Hindu Makassar Panjatkan Doa untuk Kedamaian Indonesia
- 13 Agt 2026 21:09 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros - Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga melalui doa. Menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ratusan umat Hindu berkumpul di Pura Giri Natha Makassar untuk mengikuti persembahyangan bersama, Rabu 12 Agustus 2026.
Dalam suasana khidmat, umat memanjatkan doa bagi keselamatan bangsa, kedamaian, kerukunan antarumat beragama, serta kemajuan Indonesia.
Kegiatan tersebut dihadiri Pembimas Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, I Gusti Ayu Uik Astuti, bersama tokoh agama dan tokoh lintas agama di Kota Makassar.
I Gusti Ayu Uik Astuti mengatakan, peringatan kemerdekaan menjadi kesempatan bagi umat Hindu untuk mengungkapkan rasa syukur sekaligus memperkuat komitmen menjaga persatuan bangsa. “Melalui doa bersama ini, kita memohon agar Indonesia senantiasa diberikan keselamatan, kedamaian dan kemajuan. Ini juga menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama,” ujarnya.
Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan keberagaman yang harus terus dijaga. Perbedaan agama, suku, dan budaya justru menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan masyarakat yang saling menghormati. Ketua PHDI Kota Makassar, Gede Durahman, dalam dharmawacananya mengajak umat menjadikan kemerdekaan sebagai momentum memperkuat rasa cinta terhadap Tanah Air.
Ia menyebut kemerdekaan Indonesia sebagai berkah Tuhan sekaligus hasil perjuangan seluruh anak bangsa. Karena itu, setiap warga memiliki tanggung jawab untuk menjaga hasil perjuangan tersebut.
Gede juga mengingatkan umat mengenai pentingnya Wacika Parisudha, yaitu menjaga kesucian dalam perkataan.
Menurutnya, menjaga ucapan merupakan bagian penting dalam menciptakan hubungan sosial yang harmonis. Perkataan yang baik dapat mempererat persaudaraan, sementara ucapan yang tidak dijaga berpotensi menimbulkan perpecahan. “Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, umat Hindu siap terus berkontribusi positif menjaga harmonisasi, kedamaian, serta mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas,” katanya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Tri Sandhya dan Kramaning Sembah. Prosesi persembahyangan dipandu Penyuluh Agama Hindu, Ketut Artana Muliadi, sedangkan doa dibawakan oleh Ketut Mundra. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan. Namun, kehadiran tokoh lintas agama juga menghadirkan pesan kuat mengenai pentingnya merawat kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.
Momentum tersebut memperlihatkan bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan melalui berbagai cara. Salah satunya dengan mempertemukan umat dalam ruang spiritual untuk menyatukan harapan bagi bangsa. Dari Pura Giri Natha Makassar, umat Hindu menitipkan doa agar Indonesia senantiasa diberi perlindungan, dijauhkan dari perpecahan, serta mampu menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
Kemerdekaan pun dimaknai bukan hanya sebagai warisan sejarah, tetapi sebagai tanggung jawab bersama untuk menjaga persatuan, merawat toleransi, dan mengisi pembangunan dengan kontribusi positif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....