Romo Hemajayo Mengajak untuk Pilah Sampah dan Bijak Bermedsos Wujud Merdeka Batin

  • 13 Agt 2026 15:36 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kepekaan menjaga lingkungan dan kebijaksanaan menggunakan media sosial disebut sebagai wujud nyata kemerdekaan batin yang bisa dipraktikkan umat Buddha dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Hal ini disampaikan Pandita Madya Romo Hemajayo Thio dalam program Mimbar Agama Buddha RRI Pro 1 Makassar bertema Kemerdekaan Sejati yang disiarkan Selasa, 11 Agustus 2026.

Romo Hemajayo Thio, tokoh pemuka agama Buddha yang juga aktivis moderasi beragama di Sulawesi Selatan, mengajak umat Buddha mengisi kemerdekaan Indonesia bukan sekadar melalui perayaan seremonial, melainkan dengan tindakan nyata yang selaras dengan nilai-nilai Dhamma dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk kepedulian terhadap persoalan sampah di Kota Makassar.

"Saya barusan ketemu beliau, walikota kita ini sudah mulai bulan Agustus meminta warga masyarakat Makassar itu memilah sampahnya, ada sampah basah dan ada sampah kering atau organik dan anorganik," ujar Romo Hemajayo Thio dalam dialognya, saat menyinggung kebijakan pemerintah kota terkait pengelolaan sampah.

Ia menjelaskan bahwa sampah organik yang dipilah dari rumah tangga dapat dimanfaatkan menjadi kompos untuk menyuburkan tanaman, sementara sampah anorganik atau sampah kering memiliki nilai jual karena dapat diolah kembali oleh petugas pengangkut sampah. Menurutnya, kepekaan terhadap lingkungan tempat berpijak merupakan bagian dari kepedulian sosial yang sejalan dengan ajaran welas asih dalam Buddhisme.

"Kalau tidak kita mulai dari diri sendiri siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi, mari kita bersama-sama menjaga kebersihan untuk kota yang kita cintai ini," kata Romo Hemajayo Thio, mengajak warga Makassar memulai pemilahan sampah dari rumah masing-masing sebagai kontribusi nyata bagi lingkungan.

Selain isu lingkungan, Romo Hemajayo Thio juga menekankan pentingnya menjaga kebinekaan sebagai bangsa yang terdiri dari ribuan pulau, beragam suku, bahasa, dan enam agama yang diakui negara. Ia mengajak masyarakat menciptakan suasana yang kondusif dan harmonis di tengah keberagaman sebagai bentuk pengisian kemerdekaan yang sesungguhnya.

Kepada generasi muda secara khusus, Romo Hemajayo Thio berpesan agar nilai integritas ditanamkan sejak dini agar ilmu yang dipelajari dapat bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara tanpa diperbudak oleh keserakahan, kebencian, maupun kebodohan batin. Ia juga mengingatkan pentingnya sikap arif dalam bermedia sosial di tengah derasnya arus informasi yang kerap memicu penyebaran berita bohong.

"Hendaknya media sosial itu kita gunakan secara arif, ketika kita bisa menggunakan secara arif, kita sudah berada dalam yang disebut batin yang seimbang," ungkap Romo Hemajayo Thio, mengingatkan bahwa kebijaksanaan bermedia sosial turut mencerminkan kedewasaan batin seseorang.

Romo Hemajayo Thio menutup pesannya dengan mengajak seluruh pendengar RRI Pro 1 Makassar untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus melanjutkan cita-cita pendiri bangsa melalui kontribusi nyata di bidang lingkungan, sosial, dan kerukunan antarumat beragama sebagai bentuk penghormatan atas kemerdekaan yang telah diraih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....