Pemkot Makassar Perkuat Tracing TBC di 339 Titik, TPT Kontak Serumah Jadi Perhatian
- 12 Agt 2026 10:25 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah Kota Makassar memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui gerakan tracing yang terintegrasi dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program tersebut dilaksanakan secara serentak di 339 titik di seluruh wilayah Kota Makassar sebagai langkah mempercepat penemuan kasus dan menekan penularan penyakit.
Peluncuran gerakan itu dilakukan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Kantor Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Selasa, 11 Agustus 2026. Menurutnya, tracing TBC merupakan strategi untuk mendeteksi kasus lebih dini sehingga warga yang terindikasi dapat segera memperoleh penanganan. "Gerakan ini tidak sekadar mengejar temuan kasus, tetapi menjadi strategi untuk mendeteksi TBC, memastikan warga yang terindikasi segera mendapat penanganan, sekaligus mencegah penularan di lingkungan," ujar Munafri.
Ia menjelaskan, pelaksanaan tracing akan berlangsung mulai Agustus hingga November 2026. Sebanyak 339 titik menjadi lokasi pelaksanaan dengan target 100 orang diperiksa pada setiap titik. Munafri menegaskan kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai seremoni. Seluruh jajaran pemerintah, mulai dari kecamatan, kelurahan hingga RT/RW, diminta aktif melakukan sosialisasi dan mendukung penemuan kasus di masyarakat.
Menurutnya, angka kasus TBC di Kota Makassar masih relatif tinggi sehingga memerlukan penanganan yang serius dan terintegrasi. Ia juga mengimbau masyarakat tidak takut ataupun malu menjalani pemeriksaan karena TBC bukan penyakit yang harus disembunyikan dan dapat disembuhkan melalui pengobatan yang tepat.
Selain memperkuat penelusuran kasus, Pemerintah Kota Makassar memastikan pemeriksaan dan pengobatan TBC dalam program tersebut diberikan secara gratis kepada masyarakat. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, mengatakan capaian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi kontak serumah masih menjadi tantangan utama. Hingga evaluasi tahun 2026, baru 516 orang atau sekitar 0,71 persen dari target 72.240 kontak serumah yang memperoleh terapi pencegahan. "Yang menjadi kendala di Kota Makassar yang sangat rendah adalah cakupan pemberian TPT atau terapi pencegahan tuberkulosis kontak serumah," katanya.
Berdasarkan evaluasi Dinas Kesehatan, target penemuan terduga TBC pada 2026 sebanyak 48.763 orang. Hingga saat ini, sebanyak 27.851 orang atau 57,11 persen telah berhasil ditemukan. Adapun target penemuan kasus TBC terkonfirmasi sebanyak 9.030 kasus, dengan realisasi mencapai 5.556 kasus atau 61,53 persen.
Di sisi pengobatan, sebanyak 4.578 pasien atau 82,40 persen berhasil menyelesaikan terapi. Meski demikian, angka tersebut masih berada di bawah target nasional sebesar minimal 90 persen. Untuk meningkatkan capaian program, Dinas Kesehatan akan memperkuat investigasi kontak serumah melalui seluruh puskesmas dengan melibatkan kader kesehatan, komunitas, klinik, rumah sakit, dan fasilitas pelayanan kesehatan swasta. Edukasi kepada keluarga pasien juga akan ditingkatkan guna mengurangi penolakan terhadap pemberian terapi pencegahan.
Selain itu, skrining aktif akan diperluas ke kawasan padat penduduk, tempat kerja, rumah tahanan, lembaga pemasyarakatan, serta kelompok rentan seperti lanjut usia, penyandang diabetes melitus, dan orang dengan HIV. Pemerintah Kota Makassar berharap penguatan tracing, skrining, terapi pencegahan, serta pendampingan pengobatan dapat mempercepat penurunan angka TBC sekaligus mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....