Makna Kemerdekaan, BBPOM Makassar Dorong Kemandirian Obat dan Makanan

  • 12 Agt 2026 10:34 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar, Yosef Dwi Irwan, memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum memperkuat kedaulatan bangsa, termasuk dalam bidang obat dan makanan. Menurutnya, tema kemerdekaan yang mengusung semangat Indonesia berdaulat, adil, dan makmur memiliki relevansi dengan tugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, kedaulatan dalam konteks obat dan makanan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan melakukan pengawasan, tetapi juga bagaimana Indonesia mampu membangun kemandirian produksi. Ketergantungan terhadap produk impor dinilai perlu terus dikurangi dengan mengoptimalkan potensi dalam negeri. “Kalau kita kaitkan dengan Badan POM, tentunya berdaulat itu artinya kita harus menjadi bangsa yang mandiri. Mandiri dalam hal obat dan makanan. Kita tidak boleh lagi tergantung pada produk-produk luar atau produk impor,” ujar Yosef, Rabu, 12 Agustus 2026.

Yosef mengatakan, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah dan dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah. Potensi tersebut mencakup obat bahan alam, kosmetik, hingga pangan olahan yang dapat mendukung penguatan industri dalam negeri.

Dikatakan, pemanfaatan sumber daya alam secara optimal merupakan bagian dari upaya menunjukkan kemandirian Indonesia sebagai bangsa yang besar. Produk dalam negeri diharapkan semakin mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing. Selain kedaulatan, Yosef memaknai kemerdekaan dari sisi keadilan dalam memperoleh informasi dan perlindungan terkait obat dan makanan. Masyarakat di seluruh wilayah Indonesia dinilai memiliki hak yang sama untuk mendapatkan informasi mengenai produk yang aman.

Karena itu, pengawasan obat dan makanan menurutnya harus dilakukan secara merata. Tidak hanya menyasar wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat hingga pelosok dan daerah terpencil. Informasi mengenai keamanan obat dan makanan juga harus disampaikan secara inklusif dan mudah diakses masyarakat. Dengan demikian, tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh edukasi maupun perlindungan.

Sementara itu, makna kemakmuran dapat diwujudkan melalui pengelolaan potensi sumber daya alam untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Indonesia dinilai memiliki kekayaan alam yang besar, baik di darat maupun laut, yang dapat memberikan manfaat ekonomi jika dikelola secara tepat.

Dalam konteks tersebut, pemerintah dituntut terus hadir memberikan perlindungan kepada masyarakat. BBPOM Makassar sebagai bagian dari BPOM menjalankan peran tersebut melalui pengawasan obat dan makanan agar produk yang beredar memenuhi ketentuan keamanan, mutu, dan manfaat. “Pemerintah harus senantiasa hadir. Dalam hal ini, bagaimana Badan POM hadir untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari obat dan makanan yang berbahaya bagi kesehatan, sehingga kebermanfaatannya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Itulah makna kemerdekaan,” kata Yosef.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....