Siswa SD Betao Sidrap Dibekali Pelatihan Mitigasi Bencana
- 09 Agt 2026 15:12 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Sidrap - Siswa UPT SD Negeri 2 Betao mendapatkan pelatihan kesiapsiagaan bencana melalui kolaborasi Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan (KKN-PK) 69 dan KKN 116 Tematik Inovasi Desa Universitas Hasanuddin pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Program bertajuk "SIAP: Siaga Bencana & Pertolongan Pertama" ini dihadirkan untuk menumbuhkan kesadaran serta keterampilan mitigasi sejak dini di lingkungan sekolah.
Pemilihan lokasi kegiatan di Desa Betao Riase didasari oleh kondisi topografi wilayah yang dikelilingi perbukitan serta tebing curam. Kerentanan kawasan tersebut terhadap potensi bencana tanah longsor mendorong mahasiswa KKN untuk membekali para siswa dengan langkah keselamatan mandiri.
Melalui program SIAP, para peserta didik diperkenalkan pada berbagai potensi risiko di sekitar lingkungan mereka beserta tindakan antisipasi dasar. Selain simulasi mitigasi, mahasiswa juga memperkenalkan Buku Saku Pahlawan Bencana sebagai panduan praktis penanganan kegawatdaruratan bagi anak-anak.
Buku panduan tersebut memuat langkah-langkah penanganan awal pada kondisi darurat seperti kasus patah tulang hingga henti jantung. Pembekalan pengetahuan ini bertujuan agar siswa memiliki gambaran tindakan pertolongan pertama sebelum bantuan medis tiba di lokasi.
Proses edukasi dikemas secara interaktif melalui kombinasi penyampaian materi teoritis, penjelajahan buku saku, dan praktik langsung. Keterlibatan aktif siswa dalam setiap peragaan diharapkan mampu meningkatkan pemahaman serta daya ingat mereka saat menghadapi situasi darurat.
Kolaborasi dua kelompok KKN ini mewujudkan pembagian peran yang terstruktur untuk mendukung kesiapan penanggulangan bencana di sekolah. Tim KKN-PK 69 berfokus pada pelatihan medis awal, sementara KKN 116 Tematik Inovasi Desa merancang serta memasang papan penanda jalur evakuasi di area sekolah.
Penerapan program SIAP ini diharapkan mampu menginisiasi terbentuknya budaya siaga yang berkelanjutan di UPT SD Negeri 2 Betao. Integrasi antara pemahaman mitigasi, penguasaan pertolongan pertama, dan ketersediaan jalur evakuasi diproyeksikan membentuk lingkungan sekolah yang adaptif serta tangguh bencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....