Mahasiswa KKN Unhas Petakan Kerawanan Banjir di Bonto Tallasa

  • 09 Agt 2026 14:57 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin memetakan wilayah rawan banjir dan jalur evakuasi di Desa Bonto Tallasa Sabtu, 8 Agustus 2026. Program tersebut bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya kelompok rentan, menghadapi bencana banjir.

Program diawali dengan identifikasi wilayah yang berpotensi terdampak banjir melalui survei lapangan dan observasi kondisi wilayah. Mahasiswa juga berdiskusi dengan pemerintah desa, kepala dusun, dan masyarakat untuk menghimpun informasi berdasarkan pengalaman banjir sebelumnya.

Berdasarkan hasil identifikasi, mahasiswa menyusun peta kerawanan banjir berdasarkan tingkat kerawanan wilayah. Tim juga membuat peta jalur evakuasi yang memuat jalur aman, titik kumpul sementara, dan fasilitas umum yang dapat digunakan sebagai lokasi evakuasi.

Peta kerawanan dan jalur evakuasi kemudian dipasang pada papan informasi kebencanaan. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi media edukasi dan pedoman masyarakat saat melakukan evakuasi secara mandiri.

Mahasiswa juga memasang plang kebencanaan di Kantor Desa Bonto Tallasa. Plang tersebut berfungsi menunjukkan arah menuju jalur evakuasi agar masyarakat lebih mudah menemukan rute aman ketika terjadi banjir.

Program tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah dusun karena dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat. Sebelumnya, masyarakat belum memiliki informasi spasial mengenai wilayah rawan banjir dan jalur evakuasi yang dapat dijadikan pedoman.

"Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Sebelumnya kami belum memiliki peta kerawanan banjir maupun peta jalur evakuasi yang dapat menjadi pedoman saat terjadi banjir," ujar Kepala Dusun Bonto Padingin, Nasruddin.

Menurut Nasruddin, keberadaan peta dan plang kebencanaan membantu masyarakat mengetahui wilayah rawan, jalur aman, serta titik evakuasi. Ia berharap informasi tersebut dapat dimanfaatkan dan dijaga bersama demi keselamatan masyarakat.

Ketua RT Dusun Bonto Padingin, Amir, juga berharap penanganan banjir di Desa Bonto Tallasa menjadi perhatian pemerintah daerah. Menurut Amir, banjir tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian sebagian warga.

"Kami berharap pemerintah dapat mengambil langkah yang lebih efektif dalam mengatasi permasalahan banjir di Desa Bonto Tallasa," ujar Amir.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menghasilkan peta kerawanan banjir, peta jalur evakuasi, papan informasi, dan plang kebencanaan. Kegiatan tersebut juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam mitigasi bencana sesuai dengan kondisi wilayah setempat.

Program ini diharapkan dapat mendukung Desa Bonto Tallasa menjadi desa yang lebih tangguh menghadapi bencana. Sinergi mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan memperkuat kesiapsiagaan, terutama bagi kelompok rentan saat terjadi banjir.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....