Barantin Optimis Produksi Udang Indonesia Bisa Nomor 1 Dunia
- 08 Agt 2026 21:44 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding optimistis Indonesia bisa menjadi pemain utama industri udang dunia. Potensi itu dinilai dapat diwujudkan melalui pengelolaan budidaya dan pengolahan yang terintegrasi.
Hal itu disampaikan Abdul Kadir Karding saat meninjau PT Bogatama Marinusa (Bomar) di Makassar, Jumat 7 Agustus 2026.Menurutnya, Bomar menunjukkan pengelolaan ekosistem udang dengan standar tinggi. Sistem tersebut mencakup budidaya, pengolahan, hingga jaminan mutu produk.
"BOMAR merupakan salah satu perusahaan yang menunjukkan bahwa Indonesia sebenarnya bisa menjadi pemain udang nomor satu di dunia," ujar Abdul Kadir Karding.
Ia menilai potensi industri udang Indonesia sangat besar. Namun, pengelolaannya harus dilakukan secara tepat dan memenuhi standar internasional. "Kalau udang ini dikelola dengan tepat, seperti ekosistem yang dibangun Bomar dengan standar yang sangat tinggi, saya optimistis potensi itu bisa kita wujudkan," katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Karding melihat langsung proses produksi udang ekspor. Proses itu meliputi pengolahan, breaded process, pengemasan, hingga pemeriksaan karantina. Menurutnya, seluruh tahapan harus berjalan dengan standar mutu yang konsisten.
Karding mengatakan keberhasilan ekspor tidak hanya ditentukan kualitas produk. Sistem jaminan kesehatan, keamanan pangan, dan ketertelusuran juga menjadi faktor penting. "Standar yang diterapkan Bomar sudah memenuhi standar ekspor dunia," kata Karding.
CEO PT Bomar Tigor Chendarma mengatakan pelayanan karantina mendukung keberlangsungan ekspor perusahaan. Menurutnya, kepastian layanan membantu perusahaan memenuhi persyaratan negara tujuan. Hal itu sekaligus menjaga kepercayaan mitra dagang internasional.
Pada Semester I 2026, PT Bomar mengekspor 859,4 ton udang senilai Rp148,2 miliar. Komoditas tersebut terdiri atas 765,1 ton udang vaname dan 94,3 ton udang windu. Seluruh produk telah melalui tindakan karantina dan diterbitkan 69 sertifikat untuk ekspor ke Jepang, Vietnam, Tiongkok, dan negara lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....