Garda Terdepan Cegah Stunting, Ratusan Kader Posyandu Maros Ikuti Pelatihan
- 08 Agt 2026 19:23 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Upaya memperkuat peran kader Posyandu sebagai garda terdepan dalam pencegahan stunting terus dilakukan. Sebanyak 2.000 kader Posyandu dari sejumlah daerah di Sulawesi Selatan mengikuti Pelatihan dan Webinar Kader Posyandu Andalan yang digelar Militan 455 bersama 1000 Days Fund.
Kegiatan yang didukung Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan tersebut digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat, 7 Agustus 2026. Ratusan kader Posyandu dari Kabupaten Maros turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka bergabung bersama kader dari Kabupaten Gowa, Pangkep, Barru, dan Kota Parepare.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas kader dalam mendeteksi dan mencegah stunting sejak dini, khususnya melalui pemahaman tentang pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Para kader dibekali pengetahuan mengenai pemenuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Selain itu, kader juga didorong untuk aktif memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat, termasuk melakukan pendampingan langsung ke rumah-rumah warga.
Ketua Umum Militan 455, Bagus Dibyo Sumantri, mengatakan penanganan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat sipil. Ia mengapresiasi dukungan 1000 Days Fund dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan yang telah membuka ruang kolaborasi dalam meningkatkan kapasitas kader Posyandu.
"Tentunya kami mengapresiasi kepada 1000 Days Fund dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel atas dukungan kegiatan dan kolaborasi yang baik. Harapan kami kader Posyandu yang ikut kegiatan ini bertambah wawasan dan dapat mendukung kerja-kerja kader di lapangan," ujar Bagus Sabtu, 8 Agustus 2026.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili Plt Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Andi Nurseha, SKM, M.Kes, menegaskan bahwa kader Posyandu memiliki posisi strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus mendukung program nasional penanganan stunting.
Ia meminta para kader mengikuti seluruh materi dengan serius agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di wilayah masing-masing. "Saya harap para peserta mengikuti kegiatan pelatihan dan webinar ini dengan seksama sehingga dapat memahami seluruh materi yang disampaikan para narasumber sebagai bekal melaksanakan kegiatan di desa masing-masing," jelasnya.
Andi Nurseha juga menekankan bahwa persoalan stunting tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, kader Posyandu, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, hingga berbagai pemangku kepentingan di tingkat desa. Program Implementation Director 1000 Days Fund, Lidya Sophiani, mengungkapkan pelatihan Kader Academy sebelumnya telah dilaksanakan di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Namun, antusiasme kader Posyandu di Sulawesi Selatan menjadi perhatian tersendiri karena jumlah peserta yang mengikuti kegiatan mencapai sekitar 2.000 orang. "Saya takjub dan mengapresiasi semangat teman-teman kader Posyandu Andalan Sulsel ini. Luar biasa banyak yang mengikuti kegiatan pelatihan ini," ujar Lidya.
Ia mendorong para kader untuk terus belajar dan memperbarui pengetahuan mengenai pencegahan serta penanganan stunting. Menurutnya, kader yang memiliki kapasitas dan keterampilan memadai akan semakin kuat dalam mendampingi keluarga di tingkat masyarakat.
Pelatihan dan webinar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari 1000 Days Fund dan berlangsung selama satu hari. Melalui kegiatan ini, kader Posyandu diharapkan tidak hanya memahami konsep pencegahan stunting, tetapi juga semakin terampil menjalankan pelayanan Posyandu, melakukan deteksi dini, memberikan edukasi gizi, serta mendorong keluarga memenuhi kebutuhan kesehatan dan gizi anak.
Kolaborasi tersebut diharapkan semakin memperkuat peran Posyandu dalam upaya konvergensi pencegahan stunting, termasuk di Kabupaten Maros. Dengan keterlibatan ratusan kader dari Maros, pelatihan ini menjadi momentum untuk memperkuat kembali peran kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat hingga ke tingkat keluarga dan desa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....