FEB Unismuh dan UTHM Malaysia Bahas Perebutan Talenta di Era Digital
- 04 Agt 2026 18:50 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — Mobilitas tenaga terampil antarnegara tidak selalu harus dipandang sebagai hilangnya sumber daya manusia atau brain drain. Perpindahan talenta juga dapat membuka peluang transfer pengetahuan, memperluas jejaring, dan mendorong inovasi apabila dikelola melalui kebijakan serta kerja sama yang tepat.
Isu tersebut dibahas dalam kuliah tamu internasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar (FEB Unismuh) bertajuk “Brain Drain and Talent Mobility: Economic Challenges and Opportunities in the Digital Era”. Kegiatan berlangsung di Minihall FEB Unismuh, Menara Iqra, Makassar, Selasa (4/8/2026). Kuliah tamu terselenggara melalui kerja sama FEB Unismuh, Lembaga Kerja Sama dan Urusan Internasional Unismuh, serta Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM).
Pelaksana Tugas Dekan FEB Unismuh, Mira, mengatakan, perkembangan ekonomi digital telah mengubah pola mobilitas tenaga kerja dunia. Perguruan tinggi karena itu dituntut menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu beradaptasi, menguasai teknologi, dan bersaing di tingkat global.
Menurut Mira, perpindahan tenaga terampil ke luar negeri memang dapat menjadi tantangan bagi negara asal. Namun, fenomena tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk memperluas jejaring internasional, mempercepat transfer pengetahuan, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Brain drain tidak hanya harus dipandang sebagai hilangnya talenta terbaik. Mobilitas itu juga dapat menjadi peluang untuk membangun jejaring, memperkuat inovasi, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui kolaborasi lintas negara,” kata Mira.
Ia menambahkan, perguruan tinggi perlu membekali mahasiswa dengan kompetensi yang sesuai dengan perubahan dunia kerja. Selain kemampuan akademik, mahasiswa membutuhkan kecakapan digital, kemampuan berkomunikasi lintas budaya, daya adaptasi, dan kepemimpinan.
“Perguruan tinggi harus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing global, kemampuan beradaptasi, serta kompetensi digital yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan,” ujarnya.
Kuliah tamu menghadirkan dua akademisi UTHM, yakni Deputy Director of TRANSFORM UTHM, Prof Madya Fadillah Binti Ismail, serta Head of Center for Service and Operations Management Research UTHM, Assoc Prof Raja Zuraidah Binti Raja Mohd Rasi. Diskusi dipandu dosen FEB Unismuh, Safri Haliding. Kedua narasumber membahas dinamika mobilitas talenta global, strategi pengembangan dan retensi sumber daya manusia, serta peran perguruan tinggi dalam menyiapkan lulusan yang mampu berkiprah secara internasional tanpa kehilangan kontribusi bagi negara asal.
Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan bahwa transformasi digital telah mempercepat perpindahan pengetahuan dan tenaga kerja. Kesempatan untuk bekerja, belajar, dan berkolaborasi lintas negara juga semakin terbuka berkat dukungan teknologi.
Namun, keterbukaan tersebut dapat memperbesar kesenjangan antarnegara apabila talenta terbaik hanya terkonsentrasi di negara atau perusahaan yang menawarkan ekosistem kerja, fasilitas riset, dan penghargaan profesional yang lebih baik. Karena itu, negara dan perguruan tinggi perlu membangun lingkungan yang mampu mempertahankan sekaligus menarik talenta. Upaya tersebut dapat ditempuh melalui peningkatan mutu pendidikan, penguatan riset, penciptaan kesempatan kerja, serta penyediaan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan gagasan dan inovasi.
Perguruan tinggi juga perlu menyesuaikan pembelajaran dengan perubahan dunia kerja. Penguasaan teknologi, kemampuan analisis, komunikasi lintas budaya, kepemimpinan, dan kecakapan menyelesaikan masalah menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lulusan menghadapi ekonomi digital.
Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB Unismuh, Rendra Anggoro, bersama dosen dan mahasiswa turut menghadiri kegiatan tersebut. Dalam sesi diskusi, mahasiswa mengajukan pertanyaan mengenai pengembangan karier internasional, peningkatan kompetensi digital, kepemimpinan, serta peluang riset dan pertukaran akademik.
Kuliah tamu itu juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami bahwa mobilitas internasional tidak hanya berkaitan dengan perpindahan tenaga kerja. Mobilitas tersebut juga mencakup pertukaran mahasiswa dan dosen, kolaborasi penelitian, publikasi bersama, serta penyebaran pengetahuan dan teknologi.
FEB Unismuh dan UTHM berencana menindaklanjuti kerja sama tersebut melalui penelitian dan publikasi bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, penyelenggaraan kuliah tamu internasional, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri global. Kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Kolaborasi perlu diarahkan pada program berkelanjutan yang memberikan pengalaman akademik internasional kepada mahasiswa sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kompetensi dan wawasan global mahasiswa. Pembahasan mengenai mobilitas talenta, kompetensi digital, dan dunia kerja berkaitan dengan SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Sementara itu, kerja sama FEB Unismuh dan UTHM memperkuat SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pertukaran pengetahuan, riset bersama, dan mobilitas akademik lintas negara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....