Selamatkan Aksara, Selamatkan Generasi: Melawan Narkoba dengan Literasi Lontara
- 04 Agt 2026 13:00 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID. Makassar - Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak hanya dapat dilakukan melalui penegakan hukum dan edukasi kesehatan, tetapi juga dengan memperkuat identitas budaya masyarakat. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam Program Apresiasi Budaya Lokal Pro 4 RRI Makassar, Senin 3 Agustus 2026 yang menghadirkan narasumber Prof. Dr. Hj. Nurhayati Rahman Matammeng, M.Hum, Profesor Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, bersama host Richard Ferdinand. Program Apresiasi Budaya Lokal secara konsisten mengangkat isu pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.
Dalam dialog tersebut, Prof. Nurhayati menegaskan bahwa aksara Lontara bukan sekadar warisan tulisan nenek moyang Bugis-Makassar, melainkan media yang menyimpan nilai moral, etika, serta kearifan lokal. Menurutnya, generasi muda yang mengenal dan mencintai budayanya akan memiliki jati diri yang lebih kuat sehingga tidak mudah terpengaruh oleh pergaulan negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba.
"Ketika generasi muda mengenal akar budayanya, mereka akan memiliki pegangan hidup yang kuat. Menyelamatkan aksara Lontara berarti ikut menyelamatkan karakter dan masa depan generasi bangsa," ujar Prof. Nurhayati.
Ia menjelaskan, literasi budaya perlu diperkenalkan sejak dini melalui sekolah, keluarga, maupun komunitas. Pembelajaran aksara Lontara tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga memahami nilai-nilai luhur seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, dan saling menghormati yang terkandung dalam naskah-naskah tradisional.
Menurut Prof. Nurhayati, nilai-nilai yang terkandung dalam aksara dan naskah Lontara memiliki relevansi yang kuat dengan kehidupan masyarakat modern. Pesan-pesan tentang pentingnya menjaga kehormatan diri, menghargai sesama, serta bertanggung jawab atas setiap tindakan dapat menjadi benteng moral bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Dengan memperkuat literasi budaya, masyarakat tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga membangun kesadaran untuk memilih gaya hidup yang positif dan menjauhi perilaku yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan. Prof. Nurhayati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan pelestarian budaya sebagai gerakan bersama.
Menurutnya, ketika budaya lokal terus hidup di tengah masyarakat, generasi muda akan memiliki ruang positif untuk berkarya, berprestasi, dan menjauh dari berbagai ancaman yang merusak masa depan, termasuk narkoba. Melalui tema "Selamatkan Aksara, Selamatkan Generasi: Melawan Narkoba dengan Literasi Lontara," RRI Makassar berharap masyarakat semakin menyadari bahwa pelestarian budaya bukan hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga menjadi strategi membangun karakter generasi yang sehat, cerdas, dan bebas dari narkoba.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....