RSUD Labuang Baji Hadirkan Operasi ETOS Penanganan Tumor Otak

  • 03 Agt 2026 20:43 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – RSUD Labuang Baji menghadirkan layanan Endoscopy Trans-Orbital Surgery (ETOS) sebagai inovasi penanganan tumor otak dengan teknik bedah minimal invasif. Prosedur ini dilakukan melalui sayatan kecil di area kelopak mata untuk pasien yang memenuhi indikasi medis.

Layanan tersebut menjadi pengembangan terbaru di bidang bedah saraf rumah sakit. Tindakan ETOS perdana dilaksanakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Operasi dilakukan oleh Dokter Spesialis Bedah Saraf Konsultan RSUD Labuang Baji, dr. dr. H. Wahyudi, Sp.BS(K), FICS, FINPS, bersama tim multidisiplin. Pelaksanaan tindakan mengacu pada standar pelayanan dan keselamatan pasien.

Ia menjelaskan, ETOS merupakan salah satu metode bedah saraf minimal invasif yang digunakan pada kasus tertentu. Teknik ini memanfaatkan jalur trans-orbital untuk mencapai lokasi tumor di dasar tengkorak maupun area otak sesuai indikasi medis.

"ETOS merupakan salah satu metode bedah minimal invasif yang memanfaatkan jalur trans-orbital untuk mencapai lokasi tumor tertentu di dasar tengkorak maupun area otak sesuai indikasi," kata dr Wahyudi, dalam keterangannya Senin 3 Agustus 2026

Menurutnya, teknik ETOS memberikan akses bedah yang lebih minimal dibandingkan operasi konvensional. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mengurangi trauma jaringan, mempercepat pemulihan, dan memberikan hasil kosmetik yang lebih baik.

Namun, tindakan hanya dilakukan pada pasien yang memenuhi kriteria medis. "Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi trauma jaringan, mempercepat proses pemulihan, serta memberikan hasil kosmetik yang lebih baik pada pasien yang memenuhi kriteria," ujarnya.

RSUD Labuang Baji menegaskan tidak semua pasien tumor otak dapat menjalani prosedur ETOS. Pemilihan metode operasi ditentukan berdasarkan pemeriksaan klinis, pencitraan radiologi, lokasi tumor, dan hasil evaluasi tim dokter spesialis.

Dengan terlaksananya operasi ETOS perdana, RSUD Labuang Baji memperkuat layanan sebagai rumah sakit rujukan di bidang bedah saraf. Tindakan tersebut juga telah ditanggung Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kehadiran layanan ini diharapkan memperluas pilihan terapi bagi masyarakat. Salah seorang pasien, Muriati, mengaku menjalani operasi setelah melalui pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter spesialis.

Ia berharap tindakan yang dijalani memberikan hasil terbaik dan proses pemulihan berlangsung cepat. "Semoga operasinya berjalan lancar dan proses pemulihannya cepat," ucap Muriati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....