Cegah Kebakaran, Damkar Makassar Latih Warga Bulurokeng Gunakan APAR
- 03 Agt 2026 15:40 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros - Pencegahan menjadi kunci utama dalam menekan risiko kebakaran di kawasan permukiman. Berangkat dari semangat tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar terus memperkuat edukasi kepada masyarakat melalui program sosialisasi dan pelatihan pencegahan kebakaran. Kali ini, kegiatan digelar di RW 11, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Sabtu, 1 Agustus 2026 dengan melibatkan puluhan warga, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas), kader PKK, serta para ketua RT.
Sosialisasi ini tidak hanya memberikan pemahaman teori mengenai penyebab kebakaran, tetapi juga membekali masyarakat dengan keterampilan praktis dalam menghadapi situasi darurat. Peserta dikenalkan pada berbagai potensi penyebab kebakaran yang sering terjadi di lingkungan rumah tangga, mulai dari kebocoran gas LPG, korsleting instalasi listrik, hingga kelalaian membuang puntung rokok yang masih menyala.
Materi disampaikan oleh narasumber dari Damkar Kota Makassar, Muh. Haidir dan Tamsil, yang mengombinasikan penyampaian materi dengan simulasi lapangan. Warga diperlihatkan secara langsung cara menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), teknik memadamkan api pada kompor gas, hingga langkah-langkah evakuasi mandiri ketika kebakaran terjadi sebelum petugas tiba di lokasi.
Kepala Bidang Pencegahan Damkar Kota Makassar, Andi Rahman, menegaskan bahwa tugas pemadam kebakaran tidak hanya berfokus pada penanganan saat kebakaran terjadi, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar mampu mencegah bencana sejak dini. "Kami tidak ingin hanya datang saat ada kebakaran. Tugas kami juga mencegah sebelum terjadi. Karena itu kami aktif jemput bola ke sekolah, kantor, hingga lingkungan permukiman," ujarnya.
Menurutnya, sebagian besar insiden kebakaran sebenarnya dapat dicegah apabila masyarakat memahami potensi bahaya di sekitarnya dan mengetahui langkah penanganan awal yang benar. Edukasi semacam ini diharapkan mampu membentuk budaya tanggap bencana di tingkat keluarga, sehingga setiap warga memiliki kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.
Pada sesi praktik, petugas Damkar memperagakan berbagai teknik penanganan kebakaran skala kecil menggunakan APAR maupun karung basah. Peserta juga diberi kesempatan mencoba langsung memadamkan api di bawah pendampingan petugas, sehingga mereka memperoleh pengalaman nyata dalam menggunakan alat pemadam dan mengendalikan kepanikan saat menghadapi kebakaran.
Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan. Banyak peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar penggunaan tabung gas, instalasi listrik yang aman, hingga langkah penyelamatan anggota keluarga ketika terjadi kebakaran di rumah.
Ketua RT 03 RW 11, Nurbaya, menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai memberikan pengetahuan yang sederhana, namun sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. "Banyak ibu-ibu baru mengetahui bahwa kompor gas tidak boleh diletakkan dekat tirai. Ilmunya sederhana, tetapi sangat penting untuk mencegah kebakaran," katanya.
Melalui program sosialisasi yang menyasar langsung lingkungan permukiman, Damkar Kota Makassar berharap masyarakat tidak hanya menjadi objek penyelamatan ketika musibah terjadi, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam upaya pencegahan. Dengan meningkatnya kesadaran dan kemampuan warga dalam mengenali potensi bahaya serta melakukan penanganan awal, risiko kebakaran di kawasan permukiman diharapkan dapat ditekan, sehingga keselamatan jiwa maupun kerugian harta benda dapat diminimalkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....