Ini Cara Mengisi Kemerdekaan dalam Perspektif Islam

  • 01 Agt 2026 17:09 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus, umat Islam diingatkan kembali mengenai esensi dan tanggung jawab besar dalam mengisi kemerdekaan. Perjuangan para pendahulu yang merebut kemerdekaan dengan cucuran keringat, air mata, dan pertumpahan darah menuntut generasi penerus bangsa untuk menjaga kedaulatan serta keutuhan negara.

Muballigh Kota Makassar, Awaluddin Umar dalam Program Titian Ilahi, pada Jumat, 31 Juli 2026 mengingatkan sebagai seorang mukmin, bentuk pengisian kemerdekaan yang utama adalah senantiasa menegakkan nilai-nilai kebaikan serta mencegah segala bentuk kemungkaran di muka bumi. Berdasarkan Surah Ali Imran ayat 110, umat Islam ditegaskan sebagai sebaik-baik umat yang dilahirkan untuk manusia dengan tugas utama amar makruf nahi mungkar.

“Dan hendaklah diantara kamu segolongan umat yang menyuruh kepada kebajikan. Segolongan umat, segolongan bangsa ini, rakyat ini menyuruh kepada kebajikan.

Menyuruh kepada yang ma'ruh, mencegah dari yang mungkar. Jadi, hidup di negeri ini harus ada penyeimbang. Pemerintah harus punya penyeimbang,” jelas Awaluddin.

Awaluddin mengungkapkan tugas utama manusia mencakup penegakan keadilan sosial. Selain itu, mencakup perlawanan terhadap segala bentuk kezaliman yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan bernegara.

“Maka tugas kita selanjutnya adalah bagaimana kita mengisi kemerdekaan ini sebagai anak bangsa, mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya agar bangsa ini tetap berdiri kokoh,” jelas Awaluddin.

Lebih lanjut dijelaskan, dalam konteks kehidupan bernegara dan berpolitik, konsep amar makruf nahi mungkar juga menuntut adanya unsur penyeimbang atau oposisi yang konstruktif bagi pemerintah. Kontrol sosial yang kuat sangat diperlukan guna mengoreksi jalannya roda pemerintahan serta mencegah para pengelola negara dari tindakan korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

Awaluddin mengingatkan persatuan dan kesatuan bangsa harus terus dirawat melalui penguatan ukhuwah, baik ukhuwah Islamiyah, ukhuwah insaniyah, maupun ukhuwah wathaniyah. Di bawah naungan semangat Bhinneka Tunggal Ika, bangsa Indonesia dapat berdiri tegak dan kokoh apabila nilai-nilai moral serta akhlakul karimah senantiasa dijunjung tinggi oleh seluruh warganya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....