MUI Makassar Ajak Seluruh Umat Perkuat Ukhuwah demi Kerukunan Bangsa lewat FGD
- 01 Agt 2026 11:15 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Forum Group Discussion (FGD) bertema Merawat Ukhuwah Islamiyah, Wathaniyah, dan Basyariah menjadi momentum memperkuat persaudaraan lintas agama di Kota Makassar. Kegiatan ini digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar Komisi Ukhuwah dan diselenggarakan di Hotel Almadera Makassar, Sabtu 1 Agustus 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh 100 peserta dari berbagai organisasi kemasyarakatan dan perwakilan lintas agama untuk berdiskusi mencari solusi dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai, rukun, dan sejahtera.
Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar, Rahmi Damis, mengatakan FGD ini merupakan salah satu langkah MUI untuk membangun dialog yang melibatkan seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama. Menurutnya, semangat ukhuwah harus diwujudkan dalam kehidupan nyata melalui kerja sama dan saling menghormati.

"Ini salah satu upaya kami untuk mengajak berdiskusi tentang implementasi persaudaraan atau ukhuwah. Artinya semua umat manusia sama, maka yang kami undang bukan cuma dari ormas Islam, tetapi juga dari berbagai agama. Semuanya bersatu untuk mencari solusi bagaimana mewujudkan negara kita menjadi negeri yang baik, subur, aman, dan makmur," ujar Rahmi Damis.
Ia menegaskan, MUI tidak hanya berhenti pada kegiatan diskusi, tetapi akan terus turun langsung ke masyarakat untuk memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga persaudaraan. Program seperti Masyarakat Bertanya, MUI Menjawab juga telah dijalankan sebagai sarana memberikan pemahaman keagamaan kepada masyarakat.
Menurut Rahmi, apabila setiap pemeluk agama mampu menjalankan ajaran agamanya dengan penuh amanah, maka potensi konflik dapat diminimalkan. Sebaliknya, toleransi, kedamaian, dan saling menghargai akan tumbuh secara alami dalam kehidupan bermasyarakat. "Kalau ajaran agama dijalankan dengan amanah, maka tidak akan ada persoalan. Bahkan toleransi dan kedamaian akan hadir di tengah-tengah masyarakat. Ukhuwah itu dimulai dari keluarga, menciptakan persaudaraan dalam rumah tangga sehingga ketika anak-anak bersosialisasi di masyarakat, mereka terbiasa mencari solusi atas setiap perbedaan, bukan mempertahankan perbedaan itu sendiri," katanya.
Rahmi menjelaskan, nilai-nilai ukhuwah juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui berbagai kegiatan sosial, seperti membangun kekompakan warga menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI, mengaktifkan kembali siskamling, hingga membantu tetangga atau warga yang sedang sakit maupun membutuhkan pertolongan. Langkah-langkah sederhana tersebut dinilai mampu memperkuat solidaritas dan persaudaraan lintas agama, suku, dan ras.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam menyebarkan pemahaman tersebut. Keterbatasan waktu, sumber daya manusia, serta masih rendahnya partisipasi masyarakat menjadi kendala yang dihadapi. Namun pihaknya berkomitmen untuk terus memaksimalkan edukasi secara langsung agar semakin banyak masyarakat memahami pentingnya merawat ukhuwah sebagai fondasi terciptanya Indonesia yang damai dan rukun.
Adapun pemateri dari forum diskusi ini di antaranya Muammar Bakry selaku Sekretaris Umum MUI Provinsi Sulawesi Selatan dan Machmud Suyuti selaku Sekretaris Umum MUI Provinsi Sulawesi Selatan serta FGD ini dipandu oleh Hasan Pinang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....