Ustad Ijjas Ajak Generasi Muda Beradab Bermedia Sosial
- 30 Jul 2026 19:39 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Fenomena memudarnya batas kesopanan di media sosial terlihat dari cara berkomunikasi yang kurang santun, maraknya komentar bernada kebencian, hingga meningkatnya kasus perundungan siber (cyberbullying). Hal ini disampaikan oleh Ustad Ijjas Musliim, S.Sos., M.Sos, (Da'i Muda Indonesia / IDMI), dalam program Obrolan Apresiasi Budaya Lokal yang disiarkan FM 92,5 Pro 4 RRI Makassar, Selasa. 28 Juli 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan serius yang harus mendapat perhatian bersama.Ia menjelaskan bahwa media sosial pada dasarnya hanyalah sarana komunikasi. Yang menentukan baik atau buruknya penggunaan media sosial adalah karakter dan akhlak penggunanya. Karena itu, pendidikan adab harus terus ditanamkan sejak dini melalui keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat, serta pembinaan keagamaan.
Ustad Ijjas menegaskan bahwa ajaran Islam menempatkan adab sebagai pondasi utama dalam kehidupan. Nilai-nilai seperti menghormati orang lain, menjaga lisan, tidak mudah mencela, dan mengedepankan sikap saling menghargai harus tetap dijaga, baik dalam interaksi langsung maupun melalui media digital.
"Media sosial bukan ruang tanpa aturan. Setiap ucapan, tulisan, dan komentar adalah cerminan akhlak seseorang sekaligus akan dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, generasi muda harus membiasakan diri berpikir sebelum mengetik, menjaga adab dalam berdiskusi, serta menjadikan media sosial sebagai tempat menyebarkan kebaikan, bukan permusuhan," ujar Ustad Ijjas Musliim.
Ia juga mengajak generasi muda untuk menjadikan nilai-nilai budaya lokal seperti sipakatau (saling memanusiakan), sipakalebbi (saling menghargai), dan sipakainge' (saling mengingatkan) sebagai pedoman dalam berinteraksi di dunia maya. Menurutnya, nilai-nilai tersebut selaras dengan ajaran agama dan mampu menjadi benteng dalam menghadapi pengaruh negatif perkembangan teknologi.
Melalui dialog di Pro 4 RRI Makassar, masyarakat diharapkan semakin menyadari pentingnya membangun budaya digital yang santun dan bertanggung jawab. Sinergi antara keluarga, lembaga pendidikan, tokoh agama, serta masyarakat menjadi kunci dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cakap memanfaatkan teknologi, tetapi juga berakhlak mulia dan mampu menjaga nilai-nilai budaya bangsa di era digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....