Polsek Panakkukang Redam Bentrok Massa di Lahan Sengketa

  • 29 Jul 2026 15:21 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makssar - Bentrok antar kelompok massa yang terjadi di Jalan Prof. Abdurahman Basalamah, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar yang terjadi hingga berulang dua kali berturut – turut, dipicu perebutan lahan, diantisipasi konflik susulan oleh Polsek Panakkukang. Kelompok massa dua kubu saling serang menggunakan batu dan busur serta senjata tajam lainnya membuat warga setempat dan pengguna jalan resah, kuatir menjadi korban salah sasaran massa.

Kapolsek Panakkukang Kompol Ema Ratna,AR.S.H., mengungkapkan kelompok dua kubu masssa yang saling serang di jalan Frof. Abdurrahman Basalama Ex Jalan Recing Tenter, dipicu perebutan lahan yang disengketakan dua pihak yang masing – masing mengklim sebagai hak pemilik. Untuk mencegah terjadinya konfik susulan di lokasi lahan sengketa, Kapolsek Panakkukang telah memanggil masing – masing penasehat hukum yang bersengketa agar mereka menahan diri dan tidak menurunkan massanya di lokasi lahan yang disengketakan agar tidak terulang konflik dua kubu massa.

”Ini sengketa lahan di diptoses di Polresatbes Makassar, sambil menunggu penyidikan di Unit Tanah dan Bangunan Satuan Reskrim Polrestabes Makassar saya sampaikan kedua pihak yang bersengketa lahan melalui penasehat hukumnya masing – masing agar menahan diri tidak menurunkan massa agar tidak terulang konflik di lokasi sengketa lahan jangan sampai ada lagi korban,’ujar Kompol Ema Ratana," Rabu, 29 Juli 2026.

Kapolsek juga mengatakan, pihaknya terus memantau di lokasi konflik dengan menurunkan personil untuk mengantisipasi kehadiran massa di lokasi karena mengganggu keamanan dan ketertiban umum jika dua kubu massa kembali saling serang. “ Alhamdulillah hingga saat ini tidak ada lagi massa yang ada di lokasi lahan sengketa setelah disampaikan pada pihak agar bersabar menunggu proses hukum yang sedang berjalan di Polresatbes Makassar, "Kata Kompol Ema Ratna.

Dua kelompok massa yang saling serang secara tiba – tiba di jalan Abdurrahman Basalama terjadi pada dini hari sekitar pukul 3.00 Wita dua malam berturut – turut membuat warga sekitar dan pengguna jalan resah. Kompol Ema Ratna mengatakan tidak ada korban jiwa saat terjadi bentrokan dua kubu kelompok yang bertikai, namun bentrokan mengakibatkan kerusakan kendaraan mobil dua unit dan sepeda motor empat unit di lokasi kejadian.

Bentrok antara kelompok warga yang dipicu sengketa lahan di kawasan Jalan Prof Abdurrahman Basalamah, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, diduga melibatkan tiga organisasi kemasyarakatan (ormas). Bentrokan tertjadi akibat sengketa lahan, pihak yang bertikai saling mengklaim kepemilikan lahan seluas 2.000 meter persegi yang berada di sekitar lokasi kejadian, tepatnya samping kantor PDAM Racing Center. Bentrokan terjadi di lokasi sengketa lahan, kemudian meluas ke jalan Frof.Abdurrahman Basalama hingga ke Jalan Abdullah Daeng Sirua.

Perang kelompok massa kedua pihak yang bersengketa lahan, pertama terajdi pada Kamis 23 Juli 2026 sekitar pukul 00.30 Wita. Insiden tersebut dikabarkan mengakibatkan 4 orang kena busur dan 2 lainnya luka kena lemparan batu. Perang kelompok tersebut kembali terjadi pada Jumat dan Sabtu 24 Juli 2026 dini hari. Kelompok warga saling menggunakan busur panah dan batu untuk saling serang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....