BMKG Ingatkan Dini Gelombang Tinggi di Perairan Selayar pada 28 Juli 2026

  • 28 Jul 2026 10:05 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Selayar – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Paotere Makassar kembali memperbarui peringatan dini tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan Sulawesi Selatan. Peringatan tersebut mencakup Perairan Kepulauan Selayar dan Perairan Kepulauan Takabonerate. Informasi itu berlaku mulai 28 Juli 2026 pukul 08.00 WIB hingga 31 Juli 2026 pukul 08.00 WIB.

BMKG menjelaskan pembaruan peringatan dini dikeluarkan berdasarkan Informasi Tinggi Gelombang Nomor ME.01.02/PDGT/27/PTR/VII/BMKG-2026. Kondisi tersebut dipengaruhi terbentuknya daerah bertekanan rendah di wilayah utara Indonesia yang meningkatkan kecepatan angin. Dampaknya, tinggi gelombang di sejumlah perairan Sulawesi Selatan diperkirakan mengalami peningkatan.

Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter diprakirakan berpeluang terjadi di Perairan Makassar, Jeneponto, Bone, Sinjai, Kepulauan Selayar, Kepulauan Takabonerate, dan Perairan Pangkep. BMKG mengingatkan kondisi tersebut dapat memengaruhi keselamatan aktivitas pelayaran. Nelayan dan pengguna jasa transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan selama masa peringatan berlangsung.

BMKG juga menyampaikan perahu nelayan berisiko beroperasi apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter. Sementara itu, kapal tongkang berpotensi menghadapi risiko saat kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter. Karena itu, seluruh pengguna transportasi laut diminta mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum berlayar.

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut turut menginstruksikan Syahbandar, operator kapal, nakhoda, dan masyarakat maritim agar meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan potensi kecelakaan selama aktivitas pelayaran. Seluruh pihak diminta mematuhi informasi cuaca yang diterbitkan BMKG dan arahan dari instansi berwenang.

Petugas Kesyahbandaran UPP Kelas II Bulukumba, Rajab Ali, membenarkan adanya penundaan operasional kapal feri akibat cuaca buruk. "Memang benar ada kapal yang tertunda kemarin, yakni kapal feri rute Pelabuhan Bira, Bulukumba menuju Pelabuhan Pamatata, Kepulauan Selayar, begitu pula untuk rute sebaliknya," kata Rajab Ali saat dikonfirmasi RRI, Senin, 27 Juli 2026.

Penundaan dilakukan sebagai langkah antisipasi demi menjaga keselamatan penumpang dan awak kapal. Nelayan maupun operator kapal diimbau tidak memaksakan keberangkatan apabila kondisi cuaca dinilai membahayakan.

Mereka juga diminta mengikuti arahan dari BMKG, Syahbandar, dan instansi terkait sebelum melakukan pelayaran. Kepatuhan terhadap prosedur keselamatan dinilai penting untuk mengurangi risiko kecelakaan di laut.

BMKG mengajak masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Kepulauan Selayar, untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini yang diperbarui secara berkala. Imbauan tersebut menjadi perhatian penting karena transportasi laut merupakan sarana utama mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi, diharapkan aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan dapat berlangsung dengan aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....