Bulog Sulselbar Tuntaskan Penyaluran Bantuan Pangan 100 Persen
- 28 Jul 2026 08:20 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) mencatat realisasi penyaluran bantuan pangan alokasi Februari–Maret 2026, telah mencapai 100 persen per 30 Juni 2026. Program ini menyasar sekitar 1,1 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Hal ini diungkapkan, Pemimpin Perum Bulog Kanwil Sulselbar, Fahrurozi, Senin 27 Juli 2026. Ia mengatakan seluruh bantuan telah diterima masyarakat sesuai target pemerintah, selain distribusi, seluruh administrasi penyaluran juga telah diselesaikan.
"Alhamdulillah per 30 Juni tahun 2026, capaian realisasi penyaluran bantuan pangan alokasi Februari-Maret itu sudah 100 persen. Dari sisi penyaluran dan administrasi semuanya sudah selesai," kata Fahrurozi.
Ia menjelaskan total bantuan yang disalurkan mencapai 22.000 ton beras. Selain itu, Bulog juga mendistribusikan 4,4 juta liter minyak goreng kepada masyarakat penerima manfaat. Seluruh penyaluran diselesaikan sesuai batas waktu yang ditetapkan pemerintah.
Fahrurozi menegaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil koordinasi antara Bulog dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan pangan. Program ini diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. "Per 30 Juni memang batas akhir penyaluran dan Alhamdulillah sudah selesai 100 persen terdistribusi kepada masyarakat," ujarnya.
Untuk bantuan pangan tahap kedua sendiri, Fahrurozi menyebutkan masih menunggu arahan dari pusat, namun untuk jumlah PBP masih sama dengan bantuan pangan yang pertama lalu. “Kalau untuk tahap II masih menunggu dulu dari pusat, namun jumlah penerima masih sama dengan yang sebelumnya,”terangnya
Terkait dengan rencana serepan semester kedua ini, Fahrurozi Bulog mulai menyiapkan penyerapan gabah dan beras dari petani. Langkah tersebut dilakukan seiring dimulainya panen musim tanam kedua di sejumlah daerah. Beberapa wilayah yang telah memasuki masa panen antara lain Kabupaten Takalar, Maros, Barru, dan Bone.
Menurut Fahrurozi, harga gabah kering panen (GKP) berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) saat ini berada di kisaran Rp6.700 per kilogram. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar Bulog memulai kembali penyerapan hasil panen petani. Bulog juga akan berkoordinasi dengan penggilingan padi dan Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi).
Fahrurozi mengatakan Bulog akan menggelar rapat bersama penggilingan padi dan Perpadi untuk memulai penyerapan semester kedua. Langkah itu diharapkan dapat menjaga stabilitas harga gabah sekaligus memperkuat cadangan beras pemerintah. "Kami akan menggelar rapat bersama seluruh penggilingan dan Perpadi untuk memulai penyerapan pada semester kedua," ucap Fahrurozi. (*)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....