Mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 UNHAS Gelar "SAPA TERNAK" di Desa Passeno Sidrap
- 23 Jul 2026 14:10 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui program individu A.Adetya Wulandari, mahasiswa Kedokteran Hewan bersama pihak BPP Baranti melaksanakan Kegiatan Sadar Perawatan Ternak (SAPA TERNAK): Pendampingan Kesehatan Sapi melalui Pelayanan Kesehatan dan Edukasi Peternak di Desa Passeno, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, pada Kamis, 23 Juli 2026. Program ini dilaksanakan dengan metode door to door melalui kunjungan langsung ke kandang peternak sebagai upaya meningkatkan kesehatan dan produktivitas ternak sapi. Kegiatan menyasar peternak beserta 28 ekor sapi melalui pelayanan kesehatan dasar yang dipadukan dengan edukasi mengenai perawatan kesehatan ternak.
Program SAPA TERNAK dilaksanakan berdasarkan hasil observasi yang menunjukkan bahwa masih terdapat peternak yang belum menerapkan manajemen kesehatan ternak secara optimal. Beberapa permasalahan yang ditemukan antara lain kurangnya pemeriksaan kesehatan rutin, pemberian obat cacing yang belum terjadwal, serta masih terbatasnya pemahaman mengenai sanitasi kandang, biosekuriti, dan tanda-tanda awal penyakit pada sapi. Oleh karena itu, mahasiswa KKN-PK menghadirkan pelayanan kesehatan dasar yang dipadukan dengan edukasi agar peternak memperoleh informasi yang dapat langsung diterapkan dalam pemeliharaan ternak.
Rangkaian kegiatan diawali dengan wawancara singkat kepada peternak untuk mengetahui kondisi pemeliharaan ternak serta permasalahan kesehatan yang sering dihadapi. Setelah itu, mahasiswa melakukan pre-test, pemeriksaan kesehatan umum sapi, serta pemberian vitamin dan obat cacing sesuai kondisi ternak. Selanjutnya, peternak diberikan edukasi mengenai perawatan kesehatan sapi, pengenalan tanda-tanda penyakit, pentingnya sanitasi kandang, dan penerapan biosekuriti untuk mencegah penyebaran penyakit.
Dalam upaya memperkuat penyampaian informasi, mahasiswa membagikan brosur dan dua poster edukasi ke setiap peternak yang menjadi sasaran kegiatan. Poster tersebut memuat materi mengenai lima penyakit yang umum menyerang sapi beserta tanda-tanda klinisnya serta langkah-langkah pencegahan penyakit pada sapi, sehingga diharapkan dapat membantu peternak mengenali penyakit lebih dini. Selama kegiatan berlangsung, peternak menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif berdiskusi mengenai berbagai permasalahan kesehatan ternak yang mereka hadapi.
Hasil evaluasi melalui post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peternak mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala, pemberian obat cacing sesuai jadwal, sanitasi kandang, serta penerapan biosekuriti sebagai upaya pencegahan penyakit. Respon positif dari peternak menunjukkan bahwa pendekatan door to door memberikan kesempatan untuk berdiskusi secara langsung sesuai kondisi masing-masing peternakan.
Basri selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Passeno yang mewakili Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Baranti menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin Program Studi Kedokteran Hewan atas pelaksanaan Program SAPA TERNAK di Desa Passeno.
"Kegiatan yang meliputi edukasi kesehatan ternak, pemberian vitamin, dan obat cacing ini tentunya sangat bermanfaat bagi para peternak di tempat kami karena memberikan pengetahuan yang dapat diterapkan langsung dalam pemeliharaan sapi sehari-hari. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi peternak di Desa Passeno serta menjadi bentuk pengabdian yang bernilai bagi mahasiswa dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini," kata Basri.
Melalui Program SAPA TERNAK, mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin berharap pengetahuan peternak mengenai kesehatan ternak terus meningkat sehingga praktik pemeliharaan sapi di Desa Passeno menjadi lebih baik. Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 2 (Zero Hunger) melalui peningkatan produktivitas peternakan serta Tujuan 3 (Good Health and Well-being) dengan mendorong penerapan kesehatan hewan sebagai bagian dari kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....