Dua Jenazah Korban KM Nurul Salsa Jalani Identifikasi DNA

  • 23 Jul 2026 08:42 WIB
  •  Makassar

RRI. CO.ID, Makassar - Proses identifikasi korban tenggelamnya KM Nurul Salsa memasuki tahapan penting. Dua jenazah yang ditemukan tim SAR kini menjalani pemeriksaan forensik di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, sementara pencarian terhadap 17 penumpang yang masih dinyatakan hilang terus dilakukan.

Perkembangan terbaru itu disampaikan Polda Sulawesi Selatan melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) dalam konferensi pers di Makassar, Rabu, 22 Juli 2026.

Kabiddokkes Polda Sulsel, Kombes Pol. dr. Muhammad Haris, mengatakan dua kantong jenazah yang diberi label PMB 01 dan PMB 02 diterima dari Basarnas Makassar pada Rabu pagi sekitar pukul 06.30 WITA. Kedua jenazah kemudian dibawa ke Instalasi Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk menjalani proses identifikasi.

"Kami masih menunggu proses identifikasi. Dalam pelaksanaannya, kami mendapat dukungan dari Tim Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin," ujar Muhammad Haris.

Tim Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Dr. dr. Hj. Annisa Anwar Muthaher, menjelaskan identifikasi korban tidak dapat dilakukan secara cepat karena kondisi jenazah yang telah berada di laut selama sekitar tujuh hari. "Identifikasi memerlukan pemeriksaan penunjang, termasuk uji DNA, sehingga membutuhkan waktu untuk memperoleh hasil yang akurat," kata Hj. Annisa.

Untuk mendukung proses tersebut, Biddokkes Polda Sulsel telah mengambil 15 sampel DNA dari keluarga korban, sementara dua sampel lainnya masih dalam proses pengambilan sebagai bahan pencocokan identitas.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto menjelaskan kecelakaan KM Nurul Salsa terjadi pada 15 Juli 2026 di perairan Polassi, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar. Kapal yang berlayar dari Jampea menuju Benteng Selayar itu dilaporkan mengalami mati mesin di tengah cuaca buruk sebelum akhirnya tenggelam.

Berdasarkan data Basarnas, terdapat 76 penumpang di atas kapal, sedangkan manifest hanya mencatat 45 orang. Hingga kini, sebanyak 59 korban telah ditemukan, terdiri atas seorang nahkoda selamat, tujuh anak buah kapal selamat, 50 penumpang selamat, serta satu penumpang meninggal dunia akibat serangan jantung. Sebanyak 17 penumpang lainnya masih dalam pencarian.

Di sisi lain, penyelidikan penyebab kecelakaan juga terus berjalan. Polres Kepulauan Selayar telah memeriksa 21 saksi, mulai dari nahkoda, anak buah kapal, agen pelayaran hingga pihak syahbandar.

Penyidik mendalami dugaan adanya unsur kelalaian yang menyebabkan korban jiwa serta dugaan ketidaksesuaian data manifest penumpang. Proses penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan dan memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

Polda Sulsel menegaskan proses pencarian korban, identifikasi jenazah, dan penyelidikan hukum akan terus dilakukan secara maksimal dengan mengedepankan profesionalisme serta transparansi kepada masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....