Bijak Konsumsi Makanan Jadi Langkah Kurangi Pemborosan Pangan
- 22 Jul 2026 20:29 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Pemborosan pangan masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama. Selain berdampak pada lingkungan, kebiasaan menyia-nyiakan makanan juga mencerminkan kurangnya penghargaan terhadap hasil alam dan jerih payah banyak pihak yang terlibat dalam proses penyediaannya.
Hal tersebut disampaikan Suzanna, S.E, M.Pd., Ketua Permabudhi PC Makassar, dalam program Mimbar Agama Buddha di RRI Pro 1 Makassar, Selasa (14/7/2026). Ia mengajak masyarakat membangun kesadaran untuk lebih bijaksana dalam mengonsumsi makanan sebagai bentuk penghormatan terhadap kehidupan.
Suzanna mengungkapkan Indonesia masih menjadi salah satu negara penyumbang sampah makanan terbesar di dunia. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya perubahan perilaku masyarakat agar lebih bertanggung jawab dalam mengambil, mengolah, dan mengonsumsi makanan.
Ia menjelaskan pemborosan pangan tidak hanya terjadi ketika makanan tersisa di piring, tetapi juga dapat muncul sejak proses produksi, mulai dari penanaman, panen, distribusi, hingga pengolahan yang kurang optimal sehingga banyak bahan pangan akhirnya terbuang.
Menurutnya, upaya mengurangi pemborosan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Petani, pedagang, pelaku usaha kuliner, hingga konsumen memiliki peran penting untuk memastikan makanan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan tidak berakhir menjadi limbah.

Suzanna juga menekankan pentingnya menanamkan kebiasaan menghargai makanan sejak usia dini melalui keteladanan orang tua. Anak-anak perlu dibiasakan mengambil makanan sesuai kebutuhan dan menghabiskan apa yang telah diambil agar tumbuh rasa tanggung jawab serta kepedulian terhadap makanan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam ajaran Buddha, menghargai makanan merupakan wujud nyata penerapan nilai mettā (cinta kasih) dan karuṇā (welas asih). Dengan tidak menyia-nyiakan makanan, seseorang tidak hanya menghormati kerja keras para petani dan juru masak, tetapi juga menunjukkan kepedulian kepada mereka yang masih mengalami kesulitan memperoleh pangan.
Menutup pemaparannya, Suzanna mengajak masyarakat membiasakan mengambil makanan secukupnya, menghabiskan makanan tanpa sisa, menyimpan bahan pangan dengan baik, serta berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut dapat menjadi langkah nyata dalam mengurangi pemborosan pangan sekaligus mewujudkan kehidupan yang lebih bijaksana, peduli, dan selaras dengan nilai-nilai ajaran Buddha.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....