Hargai Makanan, Wujud Syukur dan Kepedulian terhadap Kehidupan

  • 22 Jul 2026 20:26 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Makanan tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi bagi tubuh, tetapi juga menjadi simbol rasa syukur atas anugerah kehidupan. Karena itu, setiap orang diajak menghargai makanan dengan tidak menyia-nyiakannya serta mengonsumsinya secara bijaksana sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan sesama.

Hal tersebut disampaikan Ketua Permabudhi PC Makassar, Suzanna, S.E, M.Pd., dalam program Mimbar Agama Buddha di RRI Pro 1 Makassar, Selasa (14/7/2026).

Suzanna menjelaskan, dalam ajaran Buddha makanan dipandang sebagai hasil dari sebab dan kondisi yang saling berkaitan (Paticca Samuppada). Setiap makanan yang tersaji merupakan buah dari proses panjang yang melibatkan banyak pihak, mulai dari petani, pedagang, hingga mereka yang mengolahnya sebelum akhirnya sampai ke meja makan.

Menurutnya, makanan tidak hanya memberikan tenaga untuk menjalani aktivitas sehari-hari, tetapi juga menjadi sarana untuk menopang kehidupan dan melakukan berbagai kebajikan. Oleh sebab itu, umat Buddha diajak mengembangkan kesadaran penuh saat mengonsumsi makanan sebagai bentuk penghargaan terhadap kehidupan.

Ia menuturkan, menghargai makanan berarti menyadari setiap proses yang melatarbelakanginya. Kesadaran tersebut akan mendorong seseorang mengambil makanan sesuai kebutuhan, menghindari sikap berlebihan, serta tidak membuang makanan yang masih layak dikonsumsi.

Suzanna, S.E, M.Pd., dalam program Mimbar Agama Buddha di RRI Pro 1 Makassar, Selasa (14/7/2026).

Suzanna menambahkan, rasa syukur terhadap makanan juga merupakan bentuk penghormatan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menghadirkannya. Dengan menghabiskan makanan yang telah diambil, seseorang turut menghargai jerih payah para petani, juru masak, serta alam yang menyediakan sumber pangan.

Lebih lanjut, ia mengatakan kebiasaan makan dengan penuh kesadaran dapat membantu seseorang memilih makanan sesuai kebutuhan tubuh, bukan sekadar mengikuti keinginan. Sikap tersebut tidak hanya mendukung kesehatan, tetapi juga menumbuhkan kesederhanaan, pengendalian diri, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Menutup pemaparannya, Suzanna mengajak masyarakat membiasakan mengambil makanan secukupnya, menghabiskan apa yang telah diambil, serta memanfaatkan energi yang diperoleh dari makanan untuk melakukan berbagai kebajikan. Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut merupakan wujud rasa syukur sekaligus penghormatan terhadap kehidupan sesuai nilai-nilai ajaran Buddha.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....