Panen Raya Bikin Harga Cabai dan Bawang Terjun Bebas

  • 22 Jul 2026 20:14 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Panen raya yang berlangsung di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan membawa dampak langsung terhadap harga berbagai komoditas bumbu dapur di pasar tradisional. Melimpahnya hasil panen membuat pasokan meningkat tajam sehingga harga bawang dan cabai mengalami penurunan signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Di sejumlah pasar, harga bawang yang sebelumnya diperdagangkan sekitar Rp60.000 per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp40.000 per kilogram. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya pasokan hasil panen raya dari sentra-sentra produksi di Sulawesi Selatan. Dari sisi konsumen, penurunan harga menjadi kabar baik karena kebutuhan rumah tangga dapat diperoleh dengan harga lebih terjangkau.

Namun, kondisi tersebut justru menjadi tantangan bagi para pedagang. Darma, salah seorang pedagang bumbu dapur, mengaku mengalami kerugian akibat harga jual yang turun drastis sementara stok bawang yang dimilikinya dibeli saat harga masih tinggi.

Menurutnya, selain harus menjual dengan harga lebih rendah, stok bawang yang melimpah juga meningkatkan risiko kerusakan. Jika tidak segera terjual, bawang berpotensi membusuk sehingga menambah kerugian yang harus ditanggung pedagang.

"Harga bawang sekarang turun jadi sekitar Rp40 ribu per kilogram. Padahal stok yang kami jual sekarang dibeli saat harganya masih sekitar Rp60 ribu. Jadi mau tidak mau kami harus menjual lebih murah dan itu membuat kami mengalami kerugian. Apalagi kalau stok terlalu lama, bawang bisa membusuk," ujar Darma, Rabu 22 Juli 2026.

Penurunan harga juga terjadi pada komoditas cabai. Amir, pedagang cabai di Makassar, mengatakan harga cabai mengalami penurunan yang jauh lebih tajam dibandingkan beberapa waktu lalu. Ia menyebut kondisi tersebut dipengaruhi melimpahnya pasokan hasil panen raya dari Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Bantaeng yang menjadi salah satu daerah penghasil cabai di Sulawesi Selatan.

Jika sebelumnya harga cabai sempat mencapai Rp70.000 per kilogram, kini komoditas tersebut dijual dengan harga berkisar antara Rp15.000 hingga Rp20.000 per kilogram. Melimpahnya pasokan membuat persaingan antarpenjual semakin ketat sehingga pedagang harus menyesuaikan harga agar barang dagangannya cepat terserap pasar.

"Harga cabai turun cukup drastis. Dulu sempat sampai Rp70 ribu per kilogram, sekarang tinggal Rp15 ribu sampai Rp20 ribu. Pasokannya memang sedang melimpah dari Jeneponto dan Bantaeng, jadi harga ikut turun," jelasnya.

Meski menghadapi penurunan keuntungan, para pedagang berharap harga yang lebih terjangkau mampu meningkatkan daya beli masyarakat. Dengan meningkatnya jumlah pembeli, perputaran stok di pasar diharapkan lebih cepat sehingga risiko kerusakan barang dapat ditekan.

Fenomena panen raya yang menyebabkan harga komoditas turun merupakan siklus yang kerap terjadi saat produksi pertanian meningkat secara bersamaan. Kondisi ini memberikan keuntungan bagi konsumen, tetapi di sisi lain menjadi tantangan bagi pedagang yang masih memiliki stok lama dengan harga beli yang lebih tinggi. Para pedagang berharap stabilitas harga dapat kembali terjaga sehingga keuntungan petani, pedagang, dan daya beli masyarakat tetap berada pada kondisi yang seimbang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....