Kakanwil Kemenag Sulsel Ajak ASN Kemenag Jaga Marwah Lembaga, Tegaskan Nol Pungli
- 22 Jul 2026 20:06 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci utama dalam memperkuat pelayanan publik di lingkungan Kementerian Agama. Pesan tersebut disampaikan saat memberikan pembinaan kepada ASN Kemenag Kota Palopo, Selasa 21 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu diikuti jajaran ASN Kemenag Kota Palopo. Pembinaan juga dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kota Palopo, H. Hadrawi, serta Kepala Kantor Kemenag Tana Toraja, H. Usman Senong, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kemenag Kota Palopo selama empat bulan.
Dalam arahannya, Ali Yafid menilai Kota Palopo memiliki potensi sumber daya manusia yang sangat baik. Menurutnya, tantangan yang dihadapi saat ini bukan lagi sekadar menghadirkan pegawai yang kompeten, melainkan bagaimana mengelola dan mengembangkan potensi tersebut agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ia mengajak seluruh ASN Kemenag untuk terus mencintai institusi tempat mereka mengabdi. Menurutnya, rasa memiliki terhadap lembaga menjadi modal penting dalam menjaga marwah Kementerian Agama sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap layanan pemerintah.
"Kota Palopo memiliki SDM yang luar biasa. Tugas kita sekarang adalah bagaimana mengelolanya dengan baik. Cintai Kementerian Agama tempat kita bernaung. Mari kita jaga bersama marwah lembaga ini, jangan sampai ada yang menghancurkan rumah kita sendiri," tegas Ali Yafid.
Selain peningkatan kompetensi, Kakanwil juga mengingatkan bahwa keikhlasan harus menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara. Ia menegaskan tidak ada perbedaan status di antara pegawai, sehingga setiap ASN Kemenag memiliki tanggung jawab yang sama untuk memberikan pelayanan yang profesional, berintegritas, dan menjadi teladan di tengah masyarakat.
Menurutnya, aparatur Kementerian Agama harus mampu menjadi uswatun hasanah atau contoh yang baik. Ia mengibaratkan seorang pegawai seperti pohon yang tinggi. Ketika mendapat perlakuan kurang baik atau kritik yang tidak membangun, balaslah dengan kinerja, akhlak, dan pelayanan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ali Yafid juga memaparkan prinsip kepemimpinan yang diterapkannya di Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan. Ia mengaku selalu membuka ruang komunikasi dengan seluruh pegawai. Baginya, kantor bukan hanya tempat bekerja, tetapi juga ruang kolaborasi yang dapat dimanfaatkan seluruh jajaran untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Meski mengedepankan pendekatan yang terbuka dan humanis, ia memastikan proses evaluasi terhadap kinerja pegawai tetap dilakukan secara profesional. Evaluasi dinilai penting agar pelayanan kepada masyarakat terus mengalami peningkatan dan sejalan dengan semangat reformasi birokrasi yang dijalankan Kementerian Agama.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Palopo, H. Hadrawi, menyampaikan dukungannya terhadap arahan Kakanwil. Ia menilai kekompakan, komunikasi yang baik, dan kesiapsiagaan seluruh ASN Kemenag menjadi faktor penting dalam memberikan pelayanan yang cepat dan responsif kepada masyarakat.
"Kunci keberhasilan kita adalah kebersamaan dan kekompakan. Komunikasi harus terus berjalan, jangan sampai mematikan HP saat dibutuhkan untuk pelayanan," ujar Hadrawi.
Suasana pembinaan semakin cair ketika Ali Yafid menyampaikan berbagai pesan integritas yang diselingi humor. Namun di balik suasana santai tersebut, ia menyampaikan komitmen yang tegas mengenai tata kelola pemerintahan yang bersih.
"Di Kantor Kemenag, tidak ada pungut-pungutan!" tegasnya.
Pernyataan tersebut disambut positif oleh seluruh peserta pembinaan, termasuk H. Usman Senong yang hadir bersama jajaran ASN Kemenag Kota Palopo. Komitmen tersebut menjadi penegasan bahwa pelayanan di lingkungan Kementerian Agama harus bebas dari praktik pungutan liar, mengedepankan integritas, serta berorientasi pada pelayanan publik yang transparan dan akuntabel.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....