Operasi SAR KM Nurul Salsa Fokus Sisir Kepulauan Sabalana

  • 22 Jul 2026 15:18 WIB
  •  Makassar

RRI. CO. ID, Selayar - Operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, memasuki hari kedelapan, Rabu (22/7/2026). Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian setelah masa operasi resmi diperpanjang selama tiga hari.

Pada hari kedelapan, pencarian dipusatkan di wilayah Kepulauan Sabalana yang diperkirakan menjadi jalur pergerakan korban berdasarkan hasil analisis arus laut serta evaluasi operasi pada hari-hari sebelumnya. Koordinator Misi Pencarian, Andi Sultan, mengatakan area pencarian dibagi menjadi dua sektor untuk memaksimalkan penyisiran di wilayah yang dinilai berpotensi.

"Hari ini pencarian kami fokuskan di wilayah Kepulauan Sabalana dengan membagi area operasi menjadi dua sektor. Langkah ini dilakukan agar proses penyisiran dapat berjalan lebih efektif sesuai hasil analisis arus laut," ujar Andi Sultan.

SRU pertama menggunakan KN SAR Pacitan bersama Rigid Inflatable Boat (RIB) menyisir wilayah timur Kepulauan Sabalana, khususnya pulau-pulau yang tidak berpenghuni. Sementara SRU kedua menggunakan KLM Mattoangin melakukan pencarian di sektor barat Kepulauan Sabalana.

Hingga hari kedelapan operasi, dari total 78 orang yang berada di atas KM Nurul Salsa, sebanyak 59 orang berhasil ditemukan selamat, tiga orang ditemukan meninggal dunia, sedangkan 16 orang lainnya masih dalam pencarian. Meski demikian, Basarnas Makassar menyatakan satu jenazah yang ditemukan masih menunggu proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk memastikan apakah merupakan penumpang KM Nurul Salsa. "Satu jenazah masih belum dapat dipastikan apakah ia adalah salah satu penumpang KM Nurul Salsa. Kami masih menunggu hasil identifikasi dari Tim DVI," jelasnya.

Andi Sultan mengungkapkan, kondisi cuaca menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan operasi. Gelombang tinggi di sekitar Kepulauan Sabalana membuat pergerakan personel dan armada SAR harus dilakukan dengan lebih hati-hati. "Kendala utama yang kami hadapi adalah gelombang yang cukup tinggi di sekitar Kepulauan Sabalana. Namun keselamatan personel tetap menjadi prioritas, sehingga pola operasi disesuaikan agar pencarian tetap efektif dan aman," katanya.

Selain menyisir Kepulauan Sabalana, Tim SAR Gabungan juga meningkatkan pemantauan ke arah perairan Nusa Tenggara Barat (NTB). Langkah tersebut diambil berdasarkan analisis arus laut yang menunjukkan adanya potensi objek hanyut bergerak menuju wilayah tersebut.

Basarnas Makassar juga mengimbau para nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar Kepulauan Sabalana hingga perairan yang berbatasan dengan NTB agar segera melaporkan kepada Posko SAR apabila menemukan korban maupun benda yang diduga berkaitan dengan KM Nurul Salsa. Selama masa perpanjangan operasi, seluruh unsur SAR gabungan akan terus mengoptimalkan pencarian dengan mengerahkan personel, kapal SAR, dan berbagai potensi SAR lainnya. Evaluasi pencarian dilakukan setiap hari berdasarkan perkembangan di lapangan, kondisi cuaca, serta hasil analisis arus laut guna meningkatkan efektivitas operasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....