Begini Cara Makmum Menyikapi Kesalahan Imam saat Salat
- 21 Jul 2026 19:30 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Salat berjamaah tidak hanya mengajarkan kebersamaan dalam beribadah, tetapi juga memiliki ketentuan yang harus dipahami oleh setiap makmum ketika mengikuti imam. Pemahaman tersebut dinilai penting agar pelaksanaan salat tetap sah meskipun imam melakukan kekeliruan di tengah ibadah.
Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. KH. Najamuddin Abdul Safa, Lc., M.A., dalam dialog interaktif program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Makassar, Senin, 20 Juli 2026. Ia menjelaskan makmum tidak boleh langsung mengikuti kesalahan imam tanpa terlebih dahulu mengingatkannya.

Menurut Najamuddin, apabila imam melakukan kekeliruan dalam salat, makmum dianjurkan mengingatkan dengan mengucapkan "Subhanallah". Cara tersebut merupakan tuntunan syariat agar imam menyadari kesalahannya dan dapat memperbaiki pelaksanaan salat.
Ia mencontohkan, apabila imam lupa melaksanakan tahiyat awal lalu langsung berdiri menuju rakaat berikutnya, makmum terlebih dahulu mengingatkannya. Namun, jika imam tetap melanjutkan salat, makmum tetap harus mengikutinya karena tahiyat awal merupakan sunnah, sedangkan kekeliruan tersebut dapat disempurnakan melalui sujud sahwi.
Berbeda halnya jika imam menambah jumlah rakaat salat. Najamuddin menjelaskan, apabila salat Magrib dilaksanakan menjadi empat rakaat atau salat Zuhur menjadi lima rakaat, sementara imam tetap melanjutkan salat meski telah diingatkan, makmum dianjurkan berniat mufaraqah atau memisahkan diri dari imam agar salatnya tetap sah.
Menurutnya, tidak ada ketentuan salat Magrib empat rakaat ataupun salat Zuhur lima rakaat. Oleh karena itu, makmum perlu memahami kapan harus tetap mengikuti imam dan kapan diperbolehkan berpisah demi menjaga keabsahan salat sesuai tuntunan syariat.
Najamuddin juga menjelaskan bahwa keraguan makmum tidak membatalkan salat selama imam bersedia memperbaiki kesalahan setelah diingatkan. Namun, apabila imam tetap mempertahankan kesalahan yang menyebabkan rukun salat tidak terpenuhi, maka salat tersebut wajib diulang.
Menutup kajiannya, Najamuddin berharap umat Islam semakin memahami fikih salat berjamaah, khususnya dalam menyikapi kesalahan imam. Menurutnya, pemahaman tersebut akan membantu jamaah menjalankan ibadah dengan benar, menjaga kekhusyukan, serta memastikan salat berjamaah tetap sah sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....