Basarnas Tambah Armada Mataram Cari Korban KM Nurul Salsa

  • 20 Jul 2026 19:44 WIB
  •  Makassar

RRI. CO. ID, SELAYAR : Basarnas kembali memperkuat operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, dengan mengerahkan tambahan armada dan personel pada hari keenam operasi, Senin (20/7/2026).

Tambahan kekuatan tersebut berasal dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram berupa Rescue Boat (RB) 220 yang membawa 17 personel penyelamat untuk memperluas jangkauan pencarian terhadap korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang.

Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan penambahan armada dilakukan untuk mengoptimalkan operasi SAR mengingat area pencarian yang semakin luas serta kondisi cuaca di lokasi kejadian.

"Pada hari keenam operasi, Basarnas kembali menambah kekuatan dengan mengerahkan Rescue Boat 220 dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram beserta 17 personel rescue. Penambahan ini merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan operasi pencarian agar jangkauan area pencarian semakin luas dan peluang menemukan korban yang masih hilang dapat dimaksimalkan," ujar Muhammad Arif Anwar.

RB 220 diberangkatkan dari Dermaga PT Pelindo III Lembar menuju Pelabuhan Badas, Sumbawa, sebelum bergabung dengan unsur SAR lainnya di lokasi operasi. Kehadiran armada tersebut diharapkan memperkuat pencarian di tengah kondisi gelombang laut yang masih berkisar dua hingga tiga meter.

Di tengah operasi penyisiran, KRI Marlin-877 menemukan sebuah swimvest bertuliskan "KM Nurul Salsa" yang mengapung di perairan utara Pulau Sanipa. Temuan tersebut langsung diamankan dan akan dianalisis sebagai petunjuk untuk pengembangan area pencarian.

Selain itu, Basarnas juga menerima laporan dari nelayan di perairan Pangkep terkait penemuan sebuah gabus yang membawa tas berisi identitas yang diduga milik salah seorang penumpang KM Nurul Salsa.

"Kami mendapatkan informasi dari nelayan Pangkep telah ditemukan sebuah rakit gabus yang di atasnya terdapat sebuah tas. Kami meyakini barang tersebut merupakan milik penumpang KM Nurul Salsa dan saat ini kami terus menelusuri informasi tersebut di wilayah Perairan Pangkep," tambah Arif.

Pada hari keenam, Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian menjadi sekitar 1.980 nautical mile persegi yang dibagi ke dalam lima sektor dan enam Search and Rescue Unit (SRU). Pemantauan dari udara juga dilakukan menggunakan pesawat Boeing B737-200 TNI AU.

Hingga Senin (20/7/2026), jumlah korban yang terdata sebanyak 78 orang. Dari jumlah tersebut, 59 orang berhasil ditemukan selamat, satu orang meninggal dunia, sedangkan 18 korban lainnya masih dalam proses pencarian.

Basarnas bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, nelayan, dan seluruh potensi SAR terus mengoptimalkan operasi melalui koordinasi lintas instansi dan evaluasi harian guna memperbesar peluang menemukan seluruh korban yang masih hilang.(**)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....