Fenomena Gunung Es Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Sulsel

  • 20 Jul 2026 13:22 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Kasus kekerasan terhadap perempuan yang menimpa Novita dan disembunyikan selama tiga tahun kini menjadi perhatian publik luas di Sulawesi Selatan. Peristiwa ini membuka mata banyak pihak mengenai tingginya potensi kasus kekerasan yang belum terungkap di tengah masyarakat.

Kepala UPTD PPA Sulsel, Yessy Yoanna Ariestiani dalam Program Pengarusutamaan Gender Pro 1 RRI Makassar pada Senin, 20 Juli 2026, menegaskan insiden viral tersebut bagaikan puncak gunung es dari masalah yang jauh lebih besar. Dikatakan, masih sangat banyak korban kekerasan yang terpaksa bungkam akibat berbagai keterbatasan dan tekanan.

“Memang kasus Taufik – Novita ini adalah kasus yang membuat kaget, tetapi sebenarnya membangunkan kita semua. Bahwa ternyata jauh di relung-relung yang tidak terlihat, tidak terdengar, itu ada kekerasan yang sementara berlangsung. Dan bisa jadi, mungkin saja, ini hanya satu dari sekian banyak kasus yang tidak muncul dan tenggelam seperti fenomena gunung es,” jelas Yessy.

Fenomena minimnya pelaporan ini juga didukung oleh angka statistik nasional yang terbilang cukup memprihatinkan. Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mencatat bahwa hanya sebagian kecil korban yang berani memproses hukum tindakan keji yang mereka alami.

Yessy menyebutkan bahwa hanya sekitar 0,19 persen korban kekerasan seksual yang secara resmi melaporkan kejadian tersebut. Hal ini menandakan ada lebih dari 99 persen kasus lainnya yang tetap mengendap dan tidak terdeteksi oleh pihak berwenang.

“Jika melihat data, kalau untuk di Provinsi Selatan, secara nasional pada tahun 2025, terdapat 36.151 orang. Khusus untuk Provinsi Selatan, pada tahun 2023, itu sebanyak 2.626. Pada tahun 2024, meningkat. Pada tahun 2025, meningkat lagi. Bisa kita bayangkan kalau yang melapor itu hanya 0,19% atau di bawah 1%. 99% masih belum melapor,” ungkap Yessy.

Lebih lanjut dikatakan, guna menekan angka fenomena gunung es ini, masyarakat diimbau untuk lebih peka dan tidak ragu memanfaatkan layanan pengaduan yang ada. Kesadaran kolektif dari keluarga serta lingkungan sekitar sangat dibutuhkan untuk memutus rantai kekerasan tersembunyi ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....