Reuni Penuh Makna, Fadli Tahar dan Jusman AR Perkuat Semangat Melayani Masyarakat

  • 20 Jul 2026 13:03 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Di tengah padatnya aktivitas pelayanan publik, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Fadli Tahar, menyempatkan diri bersilaturahmi dengan penggiat antikorupsi Jusman AR. Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut tidak hanya menjadi ajang melepas rindu, tetapi juga menghadirkan nostalgia tentang kampung halaman yang telah melahirkan banyak tokoh inspiratif.

Dalam perbincangan yang berlangsung akrab, keduanya mengenang perjalanan hidup serta asal-usul keluarga yang sama-sama memiliki garis keturunan dari Desa Lapasu, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru. Desa tersebut juga dikenal sebagai kampung kelahiran tokoh nasional, Aksa Mahmud, yang kiprahnya menjadi inspirasi bagi banyak generasi.

Bagi Fadli Tahar, pertemuan itu memiliki makna tersendiri. Jusman AR bukan hanya sahabat lama, tetapi juga sosok senior yang selama ini banyak memberikan pandangan dan nasihat dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

"Kami ke sini untuk bersilaturahmi sekaligus reuni. Beliau saya anggap sebagai senior yang sejak dulu selalu memberikan advice kepada saya. Pesan beliau sederhana tetapi sangat bermakna, jangan pernah ragu berbuat untuk kepentingan masyarakat, selama semua yang kita lakukan berada dalam koridor aturan yang berlaku," ujar Fadli, Minggu 19 Juli 2026.

Menurutnya, nasihat tersebut menjadi pegangan dalam mengemban amanah sebagai Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, lembaga yang berada di garis depan penanganan bencana dan pelayanan kemanusiaan.

"Kerja kami adalah kerja kemanusiaan. Dalam setiap keputusan, kami dituntut hadir cepat untuk masyarakat, tetapi pada saat yang sama tetap menjunjung tinggi integritas, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap aturan. Nilai-nilai inilah yang terus kami pegang dalam menjalankan tugas," katanya.

Fadli menambahkan, silaturahmi dengan para senior merupakan bagian dari tradisi saling mengingatkan dalam kebaikan. Menurutnya, pengalaman dan kebijaksanaan para pendahulu menjadi bekal penting untuk terus memperkuat pelayanan publik yang profesional, bersih, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Pertemuan sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa dari kampung yang sama dapat tumbuh semangat pengabdian dalam berbagai bidang. Meski menempuh jalan yang berbeda, tujuan akhirnya tetap sama, yakni memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....