Suhartina Bohari Pamit dari Golkar, Buka Jalan Regenerasi Kepemimpinan di Maros
- 20 Jul 2026 11:46 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros - Suhartina Bohari resmi menyatakan mundur dari Partai Golkar sekaligus memastikan tidak akan kembali mencalonkan diri sebagai Ketua DPD II Golkar Maros. Keputusan tersebut disampaikan di tengah momentum Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Golkar Sulawesi Selatan yang digelar pada Sabtu 18 Juli 2026
Suhartina menyebut keputusannya untuk tidak kembali memimpin Golkar Maros bukanlah keputusan yang muncul secara tiba-tiba. Ia mengaku telah menyampaikan rencana tersebut kepada calon Ketua DPD I Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), sebelum Musda tingkat provinsi digelar.
Menurut Suhartina, dirinya bahkan telah mendorong agar Musda Golkar Maros segera dilaksanakan setelah Musda DPD I Golkar Sulsel selesai. "Ini bukan keputusan tiba-tiba. Waktu pertemuan dengan Kak IAS, saya sudah bilang kalau Musda DPD I selesai, kalau bisa Musda pertama dan tercepat itu Maros," ujar Suhartina kepada wartawan, Sabtu 18 Juli 2026.
Ia menjelaskan, masa kepengurusannya sebagai Ketua DPD II Golkar Maros telah berakhir pada Juni 2026. Dengan berakhirnya masa berlaku surat keputusan (SK) kepengurusan, menurutnya, tidak ada mekanisme perpanjangan sehingga kepemimpinan Golkar Maros harus ditentukan melalui Musda.
"SK saya memang berakhir Juni 2026. Otomatis tidak ada perpanjangan dan harus Musda untuk menentukan ketua Golkar Maros," katanya.
Namun, Suhartina memastikan dirinya tidak akan ikut dalam bursa calon Ketua DPD II Golkar Maros. Ia juga menyatakan tidak memiliki kandidat tertentu yang akan didukung dalam proses pergantian kepemimpinan tersebut.
"Pada saat Musda DPD II Maros saya tidak mencalonkan diri lagi. Saya juga tidak punya calon. Siapa pun yang mau maju silakan," tegasnya.
Suhartina juga membantah keputusannya meninggalkan partai berkaitan dengan dinamika politik internal Golkar Sulsel, termasuk perubahan konstelasi dalam perebutan kursi Ketua DPD I Golkar Sulsel. Ia menegaskan, rencana untuk meninggalkan aktivitas kepartaian telah dipersiapkan jauh sebelum dinamika Musda DPD I Golkar Sulsel berlangsung.
"Tidak ada hubungannya dengan dinamika partai Golkar. Memang jauh sebelumnya saya sudah berencana nonpartai dulu," tuturnya.
Menurut Suhartina, alasan utama dirinya memilih mundur karena pekerjaan yang saat ini dijalani mengharuskannya untuk tidak terikat dengan partai politik.
"(Alasannya mundur) karena ada pekerjaan saya yang mewajibkan saya untuk nonpartai dulu," ungkapnya.
Suhartina menilai berakhirnya masa kepengurusannya bersamaan dengan momentum Musda Golkar Sulsel menjadi waktu yang tepat untuk membuka ruang regenerasi di tubuh Partai Golkar Maros. Ia berharap proses Musda Golkar Maros nantinya dapat berjalan terbuka dan memberikan kesempatan yang sama bagi kader yang ingin maju sebagai calon ketua.
"Saya ingin mempersiapkan regenerasi di Golkar Maros. Siapa pun yang berminat maju silakan karena semua pintu terbuka, tidak ada monopoli dan tidak ada intervensi," ujarnya.
Sementara itu, Suhartina tidak menghadiri Musda DPD I Golkar Sulsel karena tengah menjalankan ibadah umrah. Dalam forum tersebut, DPD II Golkar Maros diwakili oleh unsur sekretaris dan bendahara.
"Saya izin umrah. Yang ke sana Nafa dengan Dahnial, bendahara dan sekretaris DPD II Golkar Maros," pungkasnya.
Dengan keputusan tersebut, dinamika menuju Musda DPD II Golkar Maros diperkirakan akan menjadi perhatian, terutama terkait figur yang akan tampil mengisi posisi Ketua DPD II Golkar Maros untuk periode kepengurusan berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....