Makassar Raih Penghargaan Nasional Wastra dan Kriya, Appi-Melinda Perkuat UMKM
- 13 Jul 2026 06:36 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Pemerintah Kota Makassar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa, menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri atas dedikasi dan kontribusi dalam mengembangkan sektor wastra dan kriya sebagai penguatan ekonomi berbasis budaya. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian, bersama Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Tri Suswati Tito Karnavian, pada penutupan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dekranas di Trans Studio Mall Makassar, Minggu 12 Juli 2026.
Munafri mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan motif-motif khas lokal Makassar agar mampu bersaing dengan produk dari berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, potensi motif lokal Makassar sangat besar, namun masih membutuhkan pengembangan yang lebih serius, termasuk meningkatkan jumlah perajin dan pembatik.
"Penghargaan ini menjadi bagian dari upaya kita untuk terus memaksimalkan penggunaan motif-motif lokal sehingga produk khas Makassar tidak kalah bersaing dengan motif dari daerah lain," ujar Munafri.
Penghargaan kategori Wastra dan Kriya menjadi bentuk apresiasi pemerintah pusat atas keberhasilan Pemkot Makassar dalam membina dan mengembangkan ekosistem UMKM berbasis budaya lokal. Melalui Dekranasda Kota Makassar, berbagai program pembinaan, promosi, hingga perluasan akses pasar terus dilakukan guna meningkatkan daya saing produk kerajinan dan kain tradisional hasil karya perajin lokal.
Munafri juga mengajak masyarakat untuk mulai menggunakan produk wastra khas Makassar, termasuk Batik Lontara yang memiliki nilai budaya sekaligus identitas daerah. Namun, ia mengakui akses masyarakat terhadap produk-produk tersebut masih perlu ditingkatkan.
"Ke depan, tempat pembeliannya harus mudah diakses dan produknya tersedia dengan berbagai pilihan kualitas maupun harga sehingga semua masyarakat bisa mendapatkannya," katanya.
Selain memperluas pemasaran, Pemkot Makassar juga akan mendorong pengembangan industri batik lokal. Menurut Munafri, jumlah pembatik di Makassar masih terbatas sehingga inovasi motif dan kapasitas produksi perlu terus diperkuat.
Ia menegaskan kehadiran Pemerintah Kota Makassar pada HUT ke-46 Dekranas dan HKG PKK Nasional ke-54 bukan sekadar menampilkan produk unggulan daerah, tetapi juga menjadi momentum memperkuat pemberdayaan pelaku usaha, melestarikan budaya lokal, dan menggerakkan roda perekonomian kota. "Ini adalah hasil karya para pengrajin yang ada. Kita ingin memastikan bahwa di Kota Makassar ada pemberdayaan terhadap para pengrajin sekaligus upaya melestarikan budaya yang kita miliki," tutur Munafri.
Menurutnya, penyelenggaraan event nasional seperti HUT Dekranas memberikan dampak ekonomi yang luas bagi Makassar. Tingkat hunian hotel meningkat, begitu pula aktivitas restoran, rumah makan, pusat oleh-oleh, jasa transportasi, hingga usaha rental kendaraan.
"Hotel, restoran, rumah makan, pusat oleh-oleh, rental mobil dan berbagai sektor lainnya ikut bergerak karena hadirnya ribuan tamu di Kota Makassar," ungkapnya.
Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian menilai HUT Dekranas di Makassar tidak hanya menjadi ajang promosi produk kerajinan Nusantara, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah tuan rumah. "Sektor transportasi udara pasti bergerak. Bayangkan seluruh Indonesia datang ke sini. Maskapai-maskapai harusnya berterima kasih dengan adanya acara ini," kata Tito.
Ia juga menyebut sektor transportasi lokal, perhotelan, restoran, dan UMKM turut merasakan manfaat dari penyelenggaraan event berskala nasional tersebut. Menurut Tito, nilai terbesar dari kegiatan Dekranas adalah kemampuannya mengangkat potensi kerajinan Indonesia agar semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar global.
"Indonesia adalah negara dengan kerajinan tangan paling beragam di dunia. Setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing karena kita memiliki begitu banyak suku, budaya, dan sumber daya alam yang berbeda-beda," ujarnya.
Tito menilai kekayaan budaya dan kerajinan Nusantara merupakan modal besar untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain utama industri kerajinan dunia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar ekonomi kreatif global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....