Kenaikan Suku Bunga Jadi Momentum Tepat untuk Menabung dan Berinvestasi
- 12 Jul 2026 14:30 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Kebijakan Bank Indonesia dalam menaikkan suku bunga acuan menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global. Hal tersebut di sampaikan Dr (c) Ria Andriany R.A, S.H., M.M - Pemimpin Dept. Corporate Banking & E-Businness PT. Bank Sulselbar dalam Obrolan Khusus Investasi Pro4 RRI Makassar pada hari Sabtu, 11 Juli 2026,
Menurut Ria kenaikan suku bunga yang dilakukan Bank Indonesia bertujuan untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional, mengendalikan inflasi, serta memperkuat nilai tukar rupiah di tengah tekanan ekonomi global. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mengendalikan laju inflasi, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta memperkuat kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.
"Kalau kita melihat kondisi saat ini, yang perlu dipahami terlebih dahulu adalah tujuan dari kenaikan suku bunga itu sendiri. Pada dasarnya kebijakan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi. Tahun ini Bank Indonesia telah beberapa kali menaikkan suku bunga acuan dengan total sekitar 100 basis poin. Tujuannya adalah menjaga inflasi tetap terkendali dan memperkuat nilai tukar rupiah di tengah berbagai tantangan ekonomi global”, ujarnya.
Ria mengakui bahwa kebijakan tersebut memang menghadirkan dilema, terutama bagi masyarakat yang memiliki pinjaman. Namun, di sisi lain, kenaikan suku bunga juga memberikan peluang bagi masyarakat yang memiliki dana lebih untuk memperoleh imbal hasil tabungan yang lebih baik. Kondisi ini dapat menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan kebiasaan menabung, terutama melalui instrumen investasi yang menawarkan bunga lebih tinggi, seperti deposito maupun obligasi.
"Bagi masyarakat yang memiliki dana lebih, kondisi ini sebenarnya menjadi angin segar karena suku bunga simpanan, termasuk deposito, cenderung meningkat. Selain deposito, masyarakat juga dapat mempertimbangkan obligasi sesuai dengan profil risiko masing-masing”, katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar masyarakat tidak hanya tergiur oleh tingginya tingkat bunga. Sebelum memilih instrumen investasi, setiap orang perlu menyesuaikannya dengan tujuan keuangan serta jangka waktu investasi yang direncanakan. "Jangan hanya melihat bunganya sedang tinggi lalu langsung memilih investasi jangka panjang. Pertimbangkan juga kebutuhan dana di masa mendatang. Karena itu, penting untuk memahami apakah investasi yang dipilih memang sesuai untuk tujuan jangka pendek atau jangka panjang”, jelasnya.
Ria menegaskan bahwa selama masyarakat memiliki perencanaan keuangan yang baik dan memahami profil investasinya, kenaikan suku bunga dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk mengoptimalkan simpanan, Namun, bagi masyarakat yang berencana mengambil pinjaman atau kredit, diperlukan pertimbangan yang lebih matang karena biaya bunga cenderung meningkat.
"Jadi, saya sependapat bahwa kondisi saat ini merupakan momentum yang baik untuk menabung karena imbal hasil yang ditawarkan cenderung lebih menarik dibandingkan ketika suku bunga berada pada level yang lebih rendah, Namun, masyarakat tetap perlu menyesuaikan pilihan instrumen tabungan atau investasi dengan tujuan keuangan, kebutuhan likuiditas, serta profil risikonya. Bagi yang berencana mengajukan pinjaman atau kredit, sebaiknya mempertimbangkan kembali kemampuan membayar cicilan karena biaya bunga saat ini relatif lebih tinggi,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....