Transformasi Digital Dinilai Perkuat Pelestarian Sastra Daerah

  • 26 Jul 2026 16:33 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Transformasi digital dinilai menjadi peluang besar dalam menjaga keberlangsungan sastra daerah di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup generasi muda. Melalui berbagai platform digital, karya sastra daerah kini tidak lagi terbatas pada buku cetak, tetapi dapat diakses lebih luas melalui media sosial, podcast, video, hingga perpustakaan digital.

Hal tersebut mengemuka dalam Program Siaran Berjaringan Suara Budaya Nusantara yang disiarkan Pro 4 RRI Makassar, Kamis (9/7/2026), mengangkat tema "Transformasi Digital Sastra Daerah, Strategi Pelestarian dan Penguatan Literasi Budaya Generasi Z." Program ini menghadirkan narasumber Dr. Sitti Rabiah, M.Hum., dosen Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan Universitas Muslim Indonesia (UMI).

Dr. Sitti Rabiah mengatakan perkembangan teknologi digital tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi sastra daerah. Sebaliknya, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai media untuk mendokumentasikan, memperkenalkan, dan menyebarluaskan kekayaan sastra lokal kepada masyarakat, khususnya Generasi Z yang akrab dengan dunia digital.

Menurutnya, pelestarian sastra daerah memerlukan inovasi dalam penyajian konten. Cerita rakyat, puisi, pantun, maupun naskah klasik dapat dikemas dalam bentuk video pendek, buku digital, audiobook, animasi, maupun konten media sosial tanpa menghilangkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

"Transformasi digital bukan berarti mengubah jati diri sastra daerah, melainkan mengubah cara kita menyampaikannya kepada generasi masa kini. Ketika sastra daerah hadir di ruang digital dengan kemasan yang kreatif, sesungguhnya kita sedang memperluas ruang hidup budaya lokal sekaligus menanamkan rasa bangga terhadap identitas bangsa kepada Generasi Z," ujar Sitti Rabiah.

Ia menambahkan, penguatan literasi budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi juga memerlukan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, komunitas budaya, media massa, dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang mendukung pelestarian bahasa dan sastra daerah secara berkelanjutan.

Melalui siaran ini, RRI Makassar kembali menegaskan komitmennya sebagai media publik yang berperan dalam melestarikan dan mempromosikan keberagaman budaya Nusantara. Program Suara Budaya Nusantara diharapkan menjadi ruang edukasi sekaligus inspirasi bagi masyarakat untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pelestarian sastra daerah sehingga warisan budaya Indonesia tetap hidup, dikenal, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....