Wali Kota Makassar Instruksikan Nobar Piala Dunia 2026 di 15 Kecamatan

  • 09 Jul 2026 13:31 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menginstruksikan seluruh camat di 15 kecamatan menyelenggarakan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 dengan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pedagang kaki lima (PKL). Pemerintah Kota Makassar menjadikan perhelatan Piala Dunia 2026 yang telah memasuki babak delapan besar sebagai momentum untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

"Saya minta seluruh camat di 15 kecamatan menyiapkan lokasi nobar di wilayahnya masing-masing. Kegiatan ini menjadi ruang untuk menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM," kata Munafri, Rabu, 8 Juli 2026.

Kegiatan nobar dijadwalkan mulai digelar pada akhir pekan ini dan berlangsung setiap Sabtu dan Minggu, sehingga tidak mengganggu aktivitas pelayanan pemerintahan di kantor kecamatan maupun kelurahan. Menurut Munafri, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri yang mendorong seluruh kepala daerah hingga tingkat kecamatan memfasilitasi penyelenggaraan nobar Piala Dunia 2026 sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal.

"Pak Mendagri telah menerbitkan surat edaran yang menginstruksikan seluruh kepala daerah memfasilitasi nobar Piala Dunia 2026. Arahan ini juga mengharuskan pelibatan UMKM lokal agar ekonomi daerah bergerak," ujarnya.

Ia menambahkan, Pemkot Makassar akan menggandeng berbagai perangkat daerah dan seluruh kecamatan untuk menyiapkan titik-titik nobar di ruang publik yang aman dan nyaman tanpa mengganggu aktivitas pemerintahan. Penyelenggaraan nobar juga akan melibatkan perangkat daerah yang membidangi UMKM, koperasi, perdagangan, dan penataan PKL agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

"Kami merancang titik-titik nobar di ruang publik tanpa mengganggu aktivitas kantor. Seluruh unsur akan dilibatkan, termasuk dinas yang membidangi UMKM dan PKL agar kegiatan ini benar-benar memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat," ucapnya.

Secara khusus, Munafri meminta pemerintah kecamatan mengundang para pedagang kaki lima untuk berjualan di sekitar lokasi nobar. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap pelaku usaha kecil, khususnya PKL yang sebelumnya telah direlokasi dalam rangka penataan kawasan kota.

"Kita ingin para pedagang ikut merasakan manfaat dari ramainya masyarakat yang hadir menyaksikan pertandingan. Ini adalah bentuk pemberdayaan sekaligus dukungan kepada PKL agar usahanya semakin berkembang," katanya.

Selain menjadi ruang pemberdayaan ekonomi, kegiatan nobar juga diharapkan dapat mempererat kebersamaan warga Makassar melalui aktivitas positif di ruang-ruang publik. Sementara itu, untuk laga final Piala Dunia 2026, Pemerintah Kota Makassar tengah menyiapkan penyelenggaraan nobar skala besar dengan lokasi alternatif di Lapangan Karebosi. Lokasi tersebut akan disterilkan dan dipersiapkan untuk menampung ribuan masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan puncak secara bersama-sama.

Persiapan teknis pelaksanaan akan dikoordinasikan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar bersama perangkat daerah terkait. "Melalui kegiatan nobar final ini, kita berharap tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum memperkuat ekonomi lokal, meningkatkan omzet UMKM dan PKL, serta menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di setiap kecamatan," tutup Munafri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....