Rektor Unibos Ajak Akademisi Berani Menembus Jurnal Internasional
- 06 Jul 2026 12:43 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas hasil penelitian, tetapi juga bergantung pada strategi penulisan yang tepat sejak awal proses riset. Pesan itu disampaikan Rektor Universitas Bosowa, Prof. Batara Surya, saat menjadi narasumber dalam Kuliah Umum dan Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Program Pascasarjana Universitas Bosowa.
"Publikasi ilmiah harus dipersiapkan sejak penelitian dirancang, bukan ketika manuskrip selesai ditulis," ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 6 Juli 2026.
Di hadapan mahasiswa magister, doktor, dosen, dan sivitas akademika, Prof. Batara menguraikan tahapan penting agar sebuah manuskrip memiliki peluang lebih besar diterima di jurnal internasional bereputasi seperti Web of Science maupun Scopus.
"Langkah pertama yang harus dilakukan peneliti adalah menentukan target jurnal yang sesuai dengan bidang kajian yang diteliti," kata Prof Batara.
Menurut Prof. Batara, masih banyak peneliti yang keliru memilih jurnal karena hanya mempertimbangkan reputasinya tanpa mencermati kesesuaian ruang lingkup atau scope jurnal. "Jangan sekadar mengejar publikasi ilmiah di jurnal bergengsi, tetapi pastikan topik penelitian benar-benar sesuai dengan fokus jurnal tersebut," katanya.
Ia menjelaskan, kesesuaian antara tema penelitian dan ruang lingkup jurnal menjadi salah satu aspek utama yang dinilai editor maupun reviewer sebelum naskah masuk ke tahap penelaahan lebih lanjut. "Jika sejak awal penelitian tidak sejalan dengan fokus jurnal, peluang diterima tentu akan jauh lebih kecil," jelasnya.
Dalam pemaparannya, Prof. Batara juga mengulas berbagai indikator yang dapat dijadikan acuan dalam memilih jurnal berkualitas, mulai dari Scimago Journal Rank (SJR), impact factor, jumlah sitasi, hingga frekuensi penerbitan jurnal setiap tahun. Menurutnya, "Publikasi ilmiah yang berhasil diawali dengan kemampuan membaca karakter jurnal secara menyeluruh."
Selain membahas strategi memilih jurnal, ia menekankan pentingnya membangun kerangka konseptual atau conceptual framework sebagai fondasi utama dalam penyusunan artikel ilmiah. "Kerangka konseptual bukan sekadar ilustrasi, tetapi menjadi logika yang menghubungkan teori, metode, hingga kontribusi ilmiah yang dihasilkan," ungkapnya.
Prof. Batara juga mengingatkan bahwa setiap penulis harus mampu menjawab sejumlah pertanyaan mendasar sebelum menyusun manuskrip, termasuk alasan penelitian dilakukan, kebaruan yang ditawarkan, hingga manfaatnya bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Ia mengatakan, "Publikasi ilmiah yang kuat selalu memiliki novelty yang jelas dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan disiplin ilmu."
Sebagai penutup, peserta diajak mempelajari contoh judul artikel yang dinilai memiliki peluang tinggi untuk diterbitkan pada jurnal internasional bereputasi. Prof. Batara berharap pembekalan tersebut mampu memperkuat budaya publikasi ilmiah di lingkungan Universitas Bosowa sehingga semakin banyak karya akademik yang mampu bersaing di tingkat global. "Target akhirnya bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menghasilkan riset yang memberi manfaat luas dan diakui dunia internasional," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....