BNNP Sulsel Dorong Penguatan Ketahanan Diri Remaja Anti Narkoba
- 02 Jul 2026 16:57 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,MAKASSAR – Penguatan ketahanan diri remaja di lingkungan sekolah menjadi salah satu strategi utama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Hal tersebut disampaikan Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNN Provinsi Sulawesi Selatan, Surya Sulistiawati, S.Psi, dalam Program SANKSI yang disiarkan PRO1 RRI Makassar, Rabu (1/7/2026). Dialog interaktif yang dipandu Risna Supratio itu mengangkat tema "Peningkatan Ketahanan Diri Remaja Anti Narkoba di Sekolah."
Surya Sulistiawati menjelaskan bahwa masa remaja merupakan fase yang penuh rasa ingin tahu dan keinginan untuk diterima dalam lingkungan pergaulan. Kondisi tersebut membuat remaja menjadi salah satu kelompok yang rentan terhadap pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkotika. Karena itu, menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang tidak hanya memberikan pendidikan akademik, tetapi juga membangun karakter serta daya tahan siswa dalam menghadapi berbagai tantangan sosial.
"Ketahanan diri merupakan kemampuan remaja untuk mengenali risiko, berpikir kritis, serta berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk ajakan yang mengarah pada penyalahgunaan narkoba. Kemampuan ini tidak muncul begitu saja, tetapi harus dibangun melalui proses pendidikan yang berkelanjutan," ujar Surya Sulistiawati.
Ia mengatakan, upaya pencegahan tidak cukup dilakukan melalui sosialisasi yang bersifat insidental. Sekolah perlu menghadirkan program edukasi yang berkesinambungan melalui kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler, sehingga nilai-nilai hidup sehat, disiplin, dan tanggung jawab menjadi bagian dari budaya sekolah. Dengan cara tersebut, siswa akan lebih siap menghadapi tekanan dari lingkungan pergaulan.
Menurut Surya, penguatan life skills atau keterampilan hidup menjadi salah satu bekal penting bagi remaja. Keterampilan seperti kemampuan berkomunikasi, mengelola emosi, menyelesaikan masalah, mengambil keputusan yang tepat, hingga membangun rasa percaya diri akan membantu pelajar menghindari perilaku berisiko. Remaja yang memiliki tujuan hidup dan konsep diri yang positif dinilai lebih mampu menolak pengaruh narkoba.
"Pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak hanya berbicara tentang bahaya narkotika, tetapi juga bagaimana kita membekali remaja dengan keterampilan hidup agar mereka mampu mengambil keputusan yang benar ketika menghadapi tekanan dari teman sebaya maupun lingkungan," jelasnya.
Surya juga menegaskan bahwa keberhasilan pencegahan penyalahgunaan narkoba membutuhkan sinergi seluruh pihak. Peran guru sebagai pendidik, orang tua sebagai pendamping utama di rumah, serta masyarakat sebagai lingkungan sosial memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter remaja. Komunikasi yang terbuka antara anak dan orang tua, disertai pengawasan yang positif, menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ketahanan diri anak.
"Membangun generasi yang tangguh terhadap narkoba adalah tanggung jawab bersama. Ketika sekolah, keluarga, BNN, pemerintah, dan masyarakat bergerak dalam satu langkah, maka peluang remaja untuk tumbuh menjadi pribadi yang sehat, produktif, dan bebas dari narkoba akan semakin besar," tutup Surya Sulistiawati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....