Hadirkan Student Goes to Archives, Dispurarsip Sasar Generasi Muda

  • 01 Jul 2026 18:52 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, terus melakukan inovasi untuk mengajak para generasi muda belajar tentang arsip, setelah melakukan pendekatan dengan Arsip Goes to Campus, kini konsep tersebut bergeser menjadi Student Goes to Archives, yang ditandai dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin, serta komunitas Arsip Timur.

Kepala UPT Jasa Kearsipan Dispus Arsip Sulsel Mustaana, mengatakan program tersebut merupakan upaya mengenalkan arsip kepada generasi muda sejak dini. Menurutnya, masih banyak mahasiswa belum mengetahui bahwa berbagai dokumen sejarah penting tersimpan di lembaga kearsipan dan dapat dimanfaatkan sebagai referensi akademik.

"Selama ini arsip sering dipandang hanya sebagai tempat menyimpan dokumen lama. Padahal arsip merupakan sumber informasi primer yang memiliki nilai sejarah, hukum, dan akademik. Melalui Student Goes to Archives, kami ingin memperkenalkan fungsi itu secara langsung kepada mahasiswa," kata Mustaana, Selasa, 30 Juni 2026.

Dengan program ini, Ia berharap semakin banyak mahasiswa bisa memanfaatkan layanan kearsipan sehingga budaya riset berbasis sumber primer dapat berkembang di Sulawesi Selatan."Kalau mahasiswa sudah terbiasa menggunakan arsip sejak di bangku kuliah, kualitas penelitian tentu akan semakin baik karena didukung data yang autentik dan dapat dipertanggungjawabkan," ungkapnya

Lebih jauh, Mustaana menambahkan pendekatan yang diusung dalam program tersebut sengaja dibuat lebih ringan dan dekat dengan generasi muda agar arsip tidak lagi dipersepsikan sebagai sesuatu yang kaku dan membosankan.

"Kami ingin menghadirkan konsep tentang arsip yang ringan, santai, dan mudah diterima mahasiswa. Ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden, khususnya poin ketujuh tentang penguatan reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi," tuturnya.

Dengan pendekatan baru tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel berharap lembaga kearsipan tidak lagi dipandang sekadar sebagai tempat penyimpanan dokumen lama, melainkan menjadi ruang belajar, pusat riset, sekaligus laboratorium sejarah yang terbuka bagi masyarakat, khususnya kalangan akademisi dan generasi muda. (*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....