Kenalkan Arsip Cara Berbeda, Dispurasip Sulsel PKS dengan Unhas
- 01 Jul 2026 17:13 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan ingin mengubah cara memperkenalkam arsip dikalangan akademisi. Sebelumya, pendekatan dilakukan dengan Arsip Goes to Campus, kini konsep tersebut bergeser menjadi Student Goes to Archives. Untuk itu, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin, serta komunitas Arsip Timur.
Penandatanganan PKS ini dilakukan di kampus Universitas Hasanuddin, Makassar, melalui PKS ini, ingin mendorong mahasiswa untuk langsung ke lembaga kearsipan untuk memanfaatkan arsip sebagai sumber pembelajaran dan penelitian.
Perubahan konsep itu ditandai dengan Penandatanganan kerja sama dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel Prof Muhammad Jufri, Dekan FIB Unhas Prof Andi Muhammad Akhmar, Ketua Program Studi Magister Sejarah FIB Unhas Amrullah Amir yang juga pendiri Arsip Timur
Pelaksana tugas Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, Prof Muhammad Jufri mengatakan perubahan konsep tersebut dilakukan karena arsip merupakan dokumen autentik yang harus dijaga keasliannya sehingga tidak memungkinkan dipindahkan ke luar ruang penyimpanan.
"Awalnya konsep kami memang Arsip Goes to Campus, tetapi kami ubah menjadi Student Goes to Archives karena arsip tidak boleh dibawa keluar. Arsip harus tetap berada di tempat penyimpanannya agar keaslian atau autentisitasnya terjaga dan tidak rusak akibat terlalu sering dipindahkan atau disentuh," kata Jufri melalui keterangannya, Selasa, 30 Juni 2026
Ia menyatakan dengan konsep baru ini, mahasiswa didorong datang langsung ke UPT Jasa Kearsipan untuk memanfaatkan berbagai koleksi arsip sebagai sumber data primer dalam penelitian. "Kami ingin mereka langsung datang, memanfaatkan sumber data untuk melakukan penelitiannya, saat ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel memiliki 48 khazanah arsip yang dapat diakses masyarakat sesuai prosedur layanan," jelas Jufri
Terkait dengan kerjasama, Jufri menyatakan ini mempertemukan tiga unsur penting sekaligus, yakni pemerintah sebagai penyedia layanan dan regulasi, perguruan tinggi sebagai pusat riset, serta komunitas yang berperan mengembangkan literasi sejarah di tengah masyarakat.
Ia berharap kolaborasi tersebut mampu meningkatkan pemanfaatan arsip, bukan hanya sebagai dokumen administratif, tetapi juga sebagai sumber informasi ilmiah bagi dosen, mahasiswa, maupun peneliti "Kampus memiliki dosen, peneliti, mahasiswa, dan akademisi yang membutuhkan data primer. Arsip menjadi salah satu sumber paling autentik untuk penyusunan skripsi, tesis, disertasi, maupun penelitian sejarah," ujarnya.
Jufri menambahkan, program tersebut juga sejalan dengan harapan Gubernur Sulawesi Selatan agar masyarakat dan kalangan akademisi semakin memanfaatkan layanan kearsipan sebagai sarana meningkatkan literasi, memperkuat penguasaan sejarah, serta menumbuhkan nilai-nilai luhur budaya bangsa dan daerah dalam mewujudkan Sulawesi Selatan yang maju dan berkarakter.
Program Student Goes to Archives juga tidak berhenti di Universitas Hasanuddin. Dalam waktu dekat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel akan memperluas kerja sama serupa dengan sejumlah perguruan tinggi lain, seperti Universitas Negeri Makassar (UNM), UIN Alauddin Makassar, Universitas Muslim Indonesia (UMI), Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh), hingga menyasar siswa SMA dan SMK di berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Dalam kegiatan ini, turut hadir jajaran pejabat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, di antaranya Kepala Bidang Kearsipan Basri, Kepala Bidang Perpustakaan Andi Sangkawana, Koordinator Arsiparis Irzal Natsir, pengurus Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI), serta mahasiswa S1, S2, dan para pelajar. (*)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....