Sinergi Pers dan Polri Perlu Diperkuat lewat Pendidikan Bersama
- 30 Jun 2026 18:28 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Polri ke-80, wartawan senior sekaligus Ketua Dewan Kehormatan PWI Provinsi Sulawesi Selatan, Dahlan Abu Bakar, memberikan apresiasi terhadap kinerja Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polda Sulawesi Selatan. Menurut Dahlan, salah satu capaian yang paling menonjol dalam setahun terakhir adalah keberhasilan Polda Sulsel mengungkap kasus penculikan sekaligus menyelamatkan seorang bocah bernama Bilkis. Kasus tersebut mendapat perhatian luas dan menjadi sorotan nasional.
"Saya kira untuk tahun ini, atau paling tidak tahun yang lalu, Polri, khususnya Polda Sulawesi Selatan, begitu populer dengan keberhasilan mengungkap kasus dan operasi penyelamatan seorang bocah kecil bernama Bilkis. Itu luar biasa, viral di seluruh Indonesia. Ini merupakan salah satu gambaran kinerja kepolisian yang patut diacungi jempol dan diapresiasi secara positif," ujarnya.
Meski demikian, Dahlan menilai masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian serius Polri, terutama terkait penanganan tindak kriminal yang masih marak terjadi di Kota Makassar. "Masih ada persoalan tindak kriminal yang memerlukan perhatian lebih serius, termasuk aksi begal dan berbagai bentuk kejahatan jalanan. Langkah tegas dan terukur yang telah disampaikan aparat keamanan tentu diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat," katanya.
Selain menyoroti aspek penegakan hukum, Dahlan juga menilai hubungan antara insan pers dan kepolisian di Sulawesi Selatan selama ini berjalan cukup harmonis. Sebagai Ketua Dewan Kehormatan PWI Sulsel, ia berharap sinergi tersebut dapat terus ditingkatkan melalui kerja sama yang lebih konkret, khususnya dalam bidang pendidikan dan pelatihan.
"Saya memandang wartawan dan kepolisian memiliki benang merah fungsional yang sama. Dalam praktik pengungkapan kasus, kepolisian secara tidak langsung menggunakan prinsip yang juga dipakai wartawan, yakni rumus jurnalistik 5W+1H," jelasnya.
Menurut Dahlan, pemahaman terhadap prinsip tersebut akan membantu aparat kepolisian dalam menyampaikan informasi kepada publik secara lebih sistematis dan mudah dipahami. "Saya mengimpikan adanya pendidikan atau pelatihan bersama yang mempertemukan wartawan dan kepolisian. Dengan begitu, ketika wartawan mengajukan pertanyaan berdasarkan 5W+1H, aparat sudah siap memberikan penjelasan yang lengkap dan akurat," tambahnya.
Terkait keterbukaan informasi, Dahlan menilai kepolisian selama ini sudah cukup terbuka kepada media, terutama untuk informasi yang tidak bersifat sensitif maupun yang tidak mengganggu proses penyidikan. Ia berharap pada usia ke-80 tahun, Polri semakin profesional, transparan, dan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang semakin baik serta hubungan yang semakin erat dengan insan pers.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....