Lantunan Paritta Menggema 24 Jam di Vihara Dharma Pallaka

  • 28 Jun 2026 07:05 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Bone - Suara lantunan paritta menggema tanpa henti selama 24 jam di Vihara Dharma Pallaka, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Kegiatan Puja Mantra 24 Jam Nonstop yang digelar mulai Sabtu 27 Juni 2026 hingga Minggu 28 Juni 2026 menjadi momentum spiritual yang mempertemukan umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia dalam semangat persaudaraan, kedamaian, dan penguatan kehidupan beragama.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Sannipata Waisak 2570 BE sekaligus menyambut peresmian Aula Graha Saloka Sabba. Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha Provinsi Sulawesi Selatan turut hadir memberikan dukungan sebagai bentuk komitmen dalam pembinaan umat Buddha dan penguatan moderasi beragama.

Peserta yang mengikuti Puja Mantra berasal dari berbagai daerah, mulai dari Bali, Jawa Timur, DKI Jakarta, Makassar, Parepare, hingga Kabupaten Bone sebagai tuan rumah. Kehadiran mereka menjadi simbol kuatnya persaudaraan lintas daerah dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis.

Selama 24 jam penuh, umat Buddha secara bergantian melantunkan tiga paritta utama, yakni Mangala Sutta, Karaniyametta Sutta, dan Ratana Sutta. Lantunan doa yang tidak pernah terputus itu menjadi bentuk penghormatan kepada Buddha sekaligus praktik spiritual untuk menumbuhkan cinta kasih, kebajikan, dan kedamaian bagi seluruh makhluk.

Kegiatan tersebut juga mendapat pendampingan para anggota Sangha, yakni Bhante Dhammasubho, Bhante Candakaro, Bhante Cattamano, Bhante Siriratano, dan Bhante Chandadhammo.

Dalam pembinaan Dhamma, Bhante Dhammasubho menegaskan bahwa Puja Mantra memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar ritual keagamaan.

"Melalui Puja Mantra ini diharapkan keyakinan umat kepada Buddha, Dhamma, dan Sangha semakin bertumbuh. Selain itu, lantunan paritta yang dilakukan secara berkesinambungan menjadi media untuk menebarkan pikiran yang baik, cinta kasih, dan kedamaian bagi semua makhluk hidup," ujarnya.

Sementara itu, Pembimbing Masyarakat Buddha Sulawesi Selatan, Sumarjo, mengapresiasi seluruh panitia, umat Buddha, para donatur, serta masyarakat Buddha Kabupaten Bone yang telah menyukseskan penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurutnya, Puja Mantra 24 Jam Nonstop bukan hanya menjadi bagian dari perayaan Sannipata Waisak, tetapi juga menjadi ruang memperkuat saddha (keyakinan), bhakti, serta mempererat persaudaraan di antara umat Buddha.

"Semoga kegiatan ini semakin memperkuat saddha dan bhakti umat, mempererat persaudaraan, serta membawa kedamaian dan kemanfaatan bagi masyarakat luas," katanya.

Keikutsertaan Bimas Buddha Sulawesi Selatan dalam kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen Kementerian Agama dalam mendukung pembinaan umat, memperkuat moderasi beragama, serta menumbuhkan nilai-nilai toleransi, kerukunan, dan harmoni di tengah masyarakat.

Melalui doa yang terus mengalun selama sehari semalam, umat Buddha berharap nilai-nilai cinta kasih, kedamaian, dan persatuan dapat terus tumbuh, tidak hanya di lingkungan umat Buddha, tetapi juga menjadi energi positif bagi kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan saling menghormati.(*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....